Antara TLA Dengan PayPal
Bisnis, Make Money, NewsBagi yang sudah ikut program TLA (text-link-ads) dan sudah memiliki account di PayPal, mungkin ini bukan berita baru lagi, tetapi mungkin juga ini bermanfaat untuk yang baru mau mengikuti TLA dan baru mau mendaftar di PayPal. Ternyata TLA tidak membuat batasan minimal berapa dollar pendapatan kita untuk bisa dikirim ke account PayPal. Ini tidak seperti program-program lain yang kadang mengharuskan sampai batas minimal baru bisa dikirim pendapatan kita tersebut.
Tentu ini berita yang menggembirakan bagi saya, Maklum saya sudah memiliki account PayPal sejak lama tetapi belum pernah saya pakai, dan baru setelah ada informasi bahwa PayPal bisa ditarik dari bank Indonesia, maka saya gunakan account PayPal saya tersebut. Dan pada 1 Februari kemarin tanpa saya minta, pihak TLA mengirimkan pendapatan saya untuk bulan Februari sebesar $2. Hehehe ya memang baru segitu pendapatan saya, karena saya hanya memiliki 2 blog yang diterima oleh TLA. Dan itupun saya anggap sebagai untung-untungan, karena dulu waktu mendaftar hanya dengan PR3, dan itupun hanya coba-coba, dan ternyata diterima, karena menurut mereka yang sudah lama di TLA katanya harus memiliki PR4. Yang menjadi pertanyaan, kenapa pendapatan saya pada bulan-bulan sebelumnya tidak ikut dikirimkan?
Sambil menunggu kiriman uang dari TLA untuk pendapatan yang lain
, saya mengajak anda yang memiliki blog dan memenuhi syarat untuk ikut program ini, tidak ada salahnya untuk mencoba, sekalian mendaftar PayPal, sehingga lebih mudah dan lebih cepat dalam menerima uang.
Berhubung saya masih panas dalam, dan sepertinya semakin parah, mungkin hanya itu yang bisa saya sampaikan, dan semoga besok penyakit saya ini sudah sembuh dan bisa menulis lagi seperti biasanya. Semoga Bermanfaat dan Tetap Semangat!
Tweet Follow



cepat sembuh mas, semoga bisa bayar dokter dengan paypal
Yup, Terimakasih pak! Tetapi saya jika hanya sakit demam, flu atau sejenisnya tidak pernah minum obat atau ke dokter, paling cuma minum jamu atau olahraga kecil seperti pernafasan, maklum sekarang katanya banyak dokter malprakter
Pengalaman saya kemarin ketika mengantar ibu saya yang sakit mata ke sebuah rumah sakit khusus mata, dokter disana bilang setelah melalui pengecekan medis katanya ibu saya terkena penyakit katarak. Dan jika dioperasi biayanya 4,5juta. Tetapi bisa juga membeli lensa kacamata seharga 500ribu, dan itu sifatnya hanya membantu. Karena katanya penyakit tersebut sudah tidak bisa diobati kecuali operasi. Berhubung ibu saya ini takut dengan yang namanya operasi, akhirnya memilih membeli kacamatanya saja.
Selang beberapa hari dari kejadian tersebut, tetangga saya yang mendengar ibu saya sakit mata bercerita, kata tetangga saya tersebut dulu sewaktu ibunya sakit dibawa ke seorang dokter, yang katanya bisa disembuhkan tanpa operasi. Dengan ceritanya yang begitu meyakinkan (seperti member mlm yang sedang merekrut calon downline
) akhirnya kami memutuskan untuk mencobanya. Karena katanya disana juga bisa nego masalah biaya.
Setelah sampai ditempat praktek dokter tersebut, ibu saya menceritakan tentang keluhannya, dan menceritakan juga bahwa ibu saya sudah periksa di RS khusus mata. Dan setelah diperiksa, Ada hal yang membuat saya heran, kaget, dan perasaan lain yang tidak bisa saya lukiskan. Karena dokter tersebut bilang ini bukan katarak, tetapi hanya seperti kotoran atau hanya jamur yang menempel. Dalam hati saya kenapa bisa berbeda dalam mendiagnosa? tetapi setelah bertanya kenapa bisa berbeda, dokter tersebut menjawab, bahwa yang dirumahsakit tersebut adalah dokter asistennya.
Di sini ada 2 kejadian yang sebenarnya menurut saya tidak perlu terjadi, karena menurut saya itu sudah melanggar kode etik, yaitu seperti meremehkan dokter yang ada di RS mata, yang kedua adalah salah mendiagnosa, tetapi sudah berani menyatakan tindakan bahwa ini harus operasi.
Saya jadi berpikir lagi, kalau kita mendapatkan salah klik (click fraud) paling2 cuma kena banned
tetapi jika mata yang kena salah klik bagaimana jadinya? hmmmm tambah parah saja Indonesia. Apa jangan2 dulu kuliahnya waktu skripsi hanya beli ya? mungkin jika ada mas Rudy bisa bertanya ke beliau, hehhee.
Btw, lama tidak terdengar kabarnya, bagaimana kabarnya pak?
he…. he… yaitu secara kita mesti cari second opinion, kabarnya baik mas endy