Wow…. baca judulnya serem juga :) inilah kenapa kadang ada orang yang memperlakukan mlm seperti agama, ada yang fanatik dan ada juga yang sampai antipati. Dalam tulisan saya terdahulu (MLM, di sayang atau di benci? dan Kenapa MLM selalu Menyebalkan?) disana terjadi diskusi yg cukup menarik, banyak terjadi perdebatan tentang mlm ini. Lalu anda termasuk yang mana? Anti mlm atau Pro?

Seperti yang sudah saya bilang dulu, bahwa saya tidak membenci mlm, apalagi sampai anti. Karena pada intinya mlm itu sama dengan bisnis-bisnis konvensional lainnya. Saya ambil contoh misalnya distributor pulsa, yang pertama mengajak anda jualan pulsa (agen) tentu untungnya lebih banyak kan? si agen pun tidak mau ambil pusing anda mau jualan habis berapa, mau sehari cuma laku 5x juga gak ada urusan, karena kalo untung besar juga untuk anda sendiri, kalo gak laku juga anda sendiri yang menanggung. Intinya anda tidak akan dipaksa oleh agen, cuma pada kasus m-kios anda akhirnya juga dipaksa oleh sistem, mau tidak mau anda harus belanja dan menjual seperti yang ada dalam peraturan m-kios.

Dalam contoh kasus diatas, perbedaannya hanya kalau mlm biasanya yang mengajak (upline) akan lebih agak cerewet, dan yang tidak tahu bagaimana cara cerewet yang baik akhirnya “menyakiti” atau membebani si downline.

Sekarang pertanyaannya, Kenapa anda ANTI MLM?

Bersambung ……………….