Pada Pertengahan tahun lalu, saya ngobrol bersama teman saya. Dia yang dulu pengangguran kini udah bekerja dan punya bisnis sampingan. Dalam obrolan ringan tersebut, saya sarankan untuk berbisnis (membuka usaha). Karena waktu itu teman saya masih pengangguran, sehingga belum ada follow up. Setelah ia bekerja menjadi karyawan disebuah mall, akhirnya ia malah bertanya tentang rencana bisnis yang saya sarankan itu. Saya sendiri lebih suka ditanya daripada menjelaskan, karena apabila orang yang membutuhkan mau bertanya, secara tidak langsung ia sudah mau berusaha.

Sebelum saya menjelaskan lebih jauh tentang bisnis yang mau dijalankan, saya waktu itu bertanya tentang besarnya gaji yang ia terima, kebetulan saya memang teman dekat, sehingga lebih bebas. Setelah mengetahui besarnya gaji, saya mulai mencoba memberi masukkan tentang pengelolaan uang. karena memang teman saya tersebut kebetulan orang “gak mampu” maka saya sarankan untuk memberikan sedikit gajinya ke orang tua, lalu adik-adiknya, untuk jajan selama 1 bulan, buat kredit motor bekas harga 8juta. Motor ini fungsinya untuk kelancaran bisnis, dan karena memang teman saya juga kepengen punya motor, karena baru pertama kali ini punya motor. Dari semua kebutuhkan tadi wajib disisakan 200 ribu untuk investasi.

Uang 200 ribu tadi saya sarankan untuk membuka usaha jualan bensin dipinggir jalan, yang dikelola oleh teman-teman yang kebetulan pengangguran, dan hasilnya dibagi dua. Setiap bulan ia dirikan 1 tempat jualan bensin, dan tentunya mengurangi 1 pengangguran tiap bulannya. Setiap hari kurang lebih 50 liter bensin terjual habis. Dengan keuntungan perliternya sebersar 500 rupiah, perbulan rata-rata mendapat keuntungan bersih 300 ribu perorangnya.

Kini setelah 7 bulan, teman saya ternyata lebih enjoy dengan kehidupannya sekarang. Disamping penghasilan dari tempatnya bekerja, ia juga punya pemasukan diluar pekerjaannya. 7 tempat jualan bensin dipinggir jalan, punya handphone sendiri (salah satu cita2nya), motor, dan yang jelas tidak lagi membebani orang tuanya. bahkan sekarang bisa membantu orang tuanya.

Hal pertama yang sangat penting adalah jangan gengsi. Jika anda punya pengalaman serupa, baik secara pribadi atau teman-teman anda, anda bisa mengirimnya kesini untuk dibagi-bagi keteman yang lain. Supaya pengalaman baik ini bisa juga menjadi pelajaran bagi yang lain.