Jika pada bulan-bulan tertentu, dimana banyak yang mengikuti ujian, baik ujian masuk perguruan tinggi negeri (UMPTN) atau perguruan tinggi swasta atau ujian sebagai calon pegawai negeri sipil, mereka yang mengikuti ujian banyak mengeluarkan uang, tetapi teman saya malah panen uang. Karena ia jualan buku dan aksesoris lain yang dibutuhkan selama ujian. Berapa yang bisa ia dapat? 3 sampai 8 juta, tergantung dari banyaknya peserta ujian. Ujian masuk perguruan tinggi baik swasta atau negeri masih menduduki peringkat pertama dalam menyumbang pemasukan.

Jika di perguruan tinggi ia menjual buku sewaktu ujian, lalu dilanjutkan dengan alat-alat yang dibutuhkan untuk mengikuti ospek, tidak berbeda jauh dengan awal-awal masuknya siswa baru. Bagi mereka anak-anak SMU yang mengikuti “plonco” juga kewalahan membuat tugas-tugas yang diberikan seniornya. Disamping sudah lelah, ada rasa malasnya juga, akhirnya mereka memanfaatkan jasa milik teman saya tersebut. Lalu bagaimana dengan CPNS? untuk CPNS walaupun tidak sebanyak dengan kedua sumber diatas, namun masih tetap membuat dapur bisa ‘ngebul’, 3 jutaan masih dia dapat untuk satu lowongan, sebagai contoh sewaktu Deplu membuka lowongan cpns kemarin. Senyumnya akan semakin lebar ketika banyak penerimaan CPNS digelar. Memang khusus untuk CPNS harus rela meninggal anak istri untuk pergi keluar kota dimana tempat diadakannya ujian.

Yang keliatannya sepele, diremehkan orang, tetapi ternyata membawa keuntungan yang sangat besar. Menurut teman saya tersebut, kadang kalau sedang ramai-ramainya, dalam satu bulan bisa mendapatkan 25jutaan bersih. Karena ia menerapkan sistem bagi hasil dan sistem setor. Bagi hasil jika diluar kota, dan setor harga kulakan jika hanya dalam kota.

Tentu ini menginspirasi kita semua, bagaimana membuat sebuah produk dan untuk siapa produk tersebut. Kadang kita kebingungan, hanya berkutat dalam satu tempat, tidak pernah berjalan atau bergerak, seperti produk apa yang pantas saya jual? bagaimana cara saya memulai membuat dan memasarkan produk? produk bukan masalah pantas atau tidak pantas, tetapi tergantung bagaimana cara kita memasarkannya. Semakin kreatif produk yang kita hasilkan dalam memasarkannya pun kreatif, maka semakin besar kesempatan kita untuk mencapai kesuksesan. Semoga bermanfaat!