MLM, di sayang atau di benci?
Bisnis, MLM, Marketing, Peluang BisnisMLM menurut wikipedia: Multi level marketing adalah sistem penjualan dengan memanfaatkan konsumen langsung sebagai tenaga penyalur. Harga barang yang ditawarkan di tingkat konsumsi adalah harga produksi ditambah komisi yang menjadi hak konsumen karena secara tidak langsung telah membantu kelancaran distribusi. Seringkali ditemukan kerancuan antara MLM dengan money game. MLM pada hakikatnya adalah sistem distribusi barang. Banyaknya bonus didapat dari omzet penjualan yang didistribusikan melalui jaringannya. Hal ini sangat berbeda dengan money game. Bonus seringkali didapat dari perekrutan, bukan omzet penjualan.
Anda juga bisa membaca tentang HUKUM SYAR’I BISNIS MULTI LEVEL MARKETING
Di indonesia mlm sudah begitu banyak, dari kesekian banyak mlm hanya sedikit yang mampu bertahan sampai sekarang. Banyak orang yang sukses melalui jalur mlm, tetapi juga tidak sedikit yang gagal dalam menjalankan mlm. yang akhirnya anti terhadap mlm. saya sendiri pernah mengikuti bisnis mlm, dan saya termasuk yang gagal :(. tetapi bukan berarti saya anti terhadap mlm.kadang ada orang yang menyamaratakan bahwa mlm adalah penipuan. tetapi apakan benar begitu? bagaimana kalau itu hanya diucapkan oleh orang-orang yang gagal? dan apakah yang sukses di mlm juga akan mengatakan begitu?
Kekuatan jaringan sangatlah luar biasa,disamping bisa menjalin silaturahmi, juga bisa menguatkan bisnis kita. Dan yang paling penting dalam bisnis jaringan adalah maju bersama. karena semakin banyak relasi kita, paling tidak bisa mengangkat bisnis kita sendiri, itu tergantung dari masing-masing orang bagaimana cara memanfaatkan peluang yang ada. sebenarnya maju tidaknya dalam bisnis mlm tergantung dari masing-masing orangnya. jika tidak pernah mengikuti pelatihan atau tidak pernah mencari anggota, dan yang diandalkan hanya penjualan tentu tidak akan sukses-sukses.
Kunci kesuksesan dalam mlm bukan besarnya angka penjualan, tetapi banyaknya anggota yang kita rekrut, dan tentunya aktif menjalankan bisnis mlmnya. memang tidak ada bisnis yang sempurna, masih banyak kekurangan-kekurangan. tetapi bagaimana seandainya dalam bisnis mlm ini untuk menjadi anggotanya digratiskan, dan tidak ada paksaan dalam melakukan penjualan atau istilahnya tutup poin, namun harus tetap diberi motifasi, dengan cara-cara lain yang lebih kekeluargaan, tentu kesan penipuan akan berkurang.
MLM tidak jauh beda dengan program affiliasi (affiliate program), kenapa program afiliasi tidak dianggap penipuan? dalam program afiliasi kita akan mendapatkan keuntungan apabila kita bisa mengajak orang untuk bergabung, atau menjual suatu produk, dengan sistem komisi. Jadi sebenarnya MLM harus di benci, disayang atau di lupakan?
Komentar anda tentang MLM ?
Ikut Bisnis Online dengan modal Pas-Pasan, KLIK DISINI.






sejalan dan seperjuangan
MLM = Menjual lewat Mengumpul.
Sblm jual produk,kumpulin dl org2.
Stlh jual produk,org2 pd ngilang.
Ketika over stok produk,kejar up line pake parang ….
o…ou…salah besar bro…seblum menjalankan mlm, belajar dulu apa itu mlm…mensponsori downline n ngga hanya merekrut saja…bina downline kamu sambil juga anda menjual…itu adalah awal dari anda menjalankan mlm…
jikalau downline anda lari sama juga kamu pipis dulu baru ke wc…ok?karena anda mendapatkan produk dl baru anda jual produk anda…cara yang tepat adlh anda mencari orderan dl baru anda mengambil produk di kantor n anda antarkan ke pelaggan…gitu aja koq repot….sukses ya….
Bisnis MLM sama kok dengan yang alen, mana ada nggak kerja dapat duit, cuma cara kerjanya sama, ada yang melarang masuk mlm krn bukan karn produk tp bisnis, apa bedanya orang yang bikin toko, kan nggak ngarepin barangnya tapi bisnisnya, banyak yang perlu didiskusikan but, MLM yang sesuai syar’i
Yang ke 2 harga, coba tanya penjual kaca mata berapa mereka beli berapa mereka untung, tapi kok nggak ada yang mengharamkan jual beli kaca mata (untungnya bisa 200% lebih
yang 3 kalau semua orang ikut mlm (pertanyaannya mungkon nggak ?) sama pertanyaannya kalau semua orang udah pake kaca mata ?
Maaf kalau orang bodoh spt saya berkomentar
bener ga sih kalo yg gagal krn dia ga ikuti support system?
Kegagalan dalam mlm tentu banyak faktor, tidak hanya itu saja. yang tau penyebab kegagalan tentunya kita sendiri yang menjalani, kita harus menilai dan koreksi diri. karena usaha mlm tidak beda jauh dengan usaha-usaha yang lain.
Yupz!!! betul… betull.. betulllll….
dulu saya anti MLM, karena anggapan saya yg untung yg duluan ikut, ternyata saya salah, beberapa waktu lalu saya kenal dengan seorang pengusaha muda, di cerita bisnis yg dia miliki & dibangunnya mencontek abis ilmu yg pernah di pelajarinya saat aktif di MLM sekian th lalu. Intinya siapa yg bekerja lebih keras, dia yg bakal sukses.
Kesalahan pahaman yg umum kita jumpai di masyarakat ttg keburukan MLM terjadi karena masayarakat kita cenderung ingin sesuatu yg pasti misl: kerja tetap, gaji tetap dll, jadi kalo ditawarkan sesuatu yg masih bersifat potensial (belum jadi kenyataan) umumnya enggan/ malas.
Jadi bukan MLM/ peluang bisnisnya nya yg salah, tipikal berpikir masyarakatnya yg mungkin perlu dibenahi.
sukses itu perjuangan..gakan ada kesuksesantanpa perjuangan.
sistem bisnis bisa diapakan aja, tergantung dari masing2 orang. yang membawa sukses tidaknya itu tergantung si pelaku. sebuah sistem mungkin mempunyai kekurangan, tetapi bagi pelaku bisnis kekurangan itu bisa dirubah jadi kelebihan.
bisnis MLM sama saja dngan bisnis manapun. yang namanya bisnis itu pasti menjual, dan bagitu juga dengan bisns MLM yang juga menjual.jika tidak mnjual dari mana omset dan pendapatan kita.hanya saja cara menjual dalam MLM berbeda dari cara pemasaran yang pada umumnya.dimana menjual dalam MLM adalah dengan cara seseorang ditawarkan sebuah produk dengan sekaligus orang tersebut juga bisa menjual produk tersebut tanpa perantara sponsornya(langsung berhubungan dengan perusahaan)semakin banyak produk terjual dalam grup atau jaringan seseorang maka, yang diberikan bukan hanya bonus selisih harga, tetapi juga dari perusahaan akan memberikan bonus…
jadi bisnis MLM bukanlah bisnis penipuan(walaupun saat ini saya belum bergabung, karena saya menunggu yang akan mensponsori saya.terutama dari AMWAY karena setelah saya pelajari konsep memasarkan yang menurut saya transparan adalah dari AMWAY)
Bisa saja dianggap menipu karena mungkin dalam kasus tertentu ada oknum yang memang menipu, dan pada akhirnya perusahaan MLMlah yang menjadi korbannya. Tetapi semua kembali ke pelaku bisnis sendiri
Jaminan kesuksesuan anda di bisnis MLM, bukan hanya sekedar nama perusahaan tersebut. Tapi, support system yang baik, di samping peran upline anda dalam menduplikasi kesuksesannya ke anda. Tentu juga, kerja keras anda. MLM adalah bisnis investasi dalam mengejar impian-impian anda. Semoga anda menemukan MLM dan UPLINE yang tepat untuk membantu anda menuju pintu kesuksesan.
saya ikut mendoakan: semoga anda menemukan usaha yang tepat untuk membantu anda menuju pintu kesuksesan.
MLM yang benar sama seprti bisnis. Banyak masyarakat yang anti kepada MLM karena mereka salah informasi tentang MLM, perilaku dari member MLM sendiri yang kadang over serta kasus penipuan berkedok MLM. Sifat orang Indonesai yang konservatif mengkatkan ketidakpercayaan terhadap MLM. Mereka bilang “Hari gini ngurusin MLM !!” atau yang lebih sinis lagi “Punya utang berapa luh sampe jualan obat segala” dll.
Benar mas, saya juga tidak asing dengan kata2 seperti yang mas Bagus sebutkan
TAHUKAH ANDA:
1. 80% penghasilan Jim Dornan (N-21) adalah dari Jualan Seminar, Kaset dan alat pendukung bisnis
2. Para Diamond N-21 mendapatkan komisi bagi hasil dari N-21 atas Tiket Seminar dan Kaset yg Terjual (itulah sebabnya mereka lebih memaksa Anda untuk beli alat2 Bisnis N-21 dari pada Anda Belanja Produk di Amway)
3. Jadi Peluang terbaik dari Keuntungan financial di industri Mlm adalah menjual alat2 pendukung Bisnis, bukannya komisi dari perusahaan MLM
4. Kalo anda tanyakan hal ini ke Diamond N-21, tentu saja mereka gak ngaku! Anda baru tahu hal ini setelah anda Diamond.
5. Wahai para Diamond N-21, apakah anda Tega MEMERAH jaringan Anda hanya untukl Kesuksessan Anda?
Info menarik, tapi saya gak ngerti dengan istilah2 diatas
mEMANG ANDA SUDAH DIAMOND??? jangan sirik ahh… kita tuh dipaksa, karena kita mau “dijerumuskan” untuk sukses. Pikir positif aja bung!!! bagus kan seminarnya?? atau anda belum pernah ikut?? pasti anda akan berpikir sebaliknya bila ikut seminarnya, hanya orang berpikiran negatif aja yang berpendapat seperti anda.
mlm klo disalah gunakan bisa jadi arisan berantai. beda lho mlm murni dengan yg piramid. karena saya sendiri ikut mlm terjujur se asia pasific. dan salah satu terbesar di dunia.
Maaf mas atau mbak, jangan terlalu sering menyebarkan Spam, karena akibatnya akan ke diri dan bisnis anda juga. Saya lihat anda menyebarkan spam banyak sekali di blog ini.
Hal penting yang perlu diinformasikan ke publik adalah perbedaan bisnis network direct selling dengan MLM murni. Kalau “direct selling” adalah bisnis jaringan dengan mengedepankan penjualan langsung, tidak mendapatkan bonus pada saat rekrut member baru. Sedangkan MLM murni adalah hanya merekrut anggota baru sebanyak-banyaknya, hal ini dikarenakan dia dapat bonusnya dari proses rekruitmen tersebut.
Direct selling mendapatkan pendapatan dari omzet penjualan, dan bila terjadi ada downline baru merupakan bukan dari tujuan utama bisnis tersebut. Produk yang berkualitas ini yang membedakan antara direct selling dengan MLM murni.
Bicara masalah kesuksesan dalam bisnis jaringan, adalah banyak faktor yang menentukan. Selain sistem yang bagus, tentu di dukung oleh produk yang berkualitas tinggi.
Saya juga ikut dalam bisnis jaringan penjualan langsung, karena produk dan sistem sangat profesional, memudahkan saya dalam menjalanka kegiatan bisnis partime ini.
Hal ini dikarenakan kita hanya 3 jenis produk yang kita tawarkan,dimana diantara produk tersebut memiliki integritas manfaat, terlebih kita memiliki satu jenis produk yang bisa berfungsi untuk segala macam kepentingan.
Informasi lengkap silahkan kirim email ke den_adhimas@yahoo.co.id
maaf mas Endy,MLM yang mas jalankan apa sih,sy jd penasaran.thanks
Saya gak ikut mlm, tapi saya suka sistem mlm untuk cari duitnya, Networking
Saya juga pernah ikut MLM.
Menurut saya, MLM itu bukan untuk semua orang.
Padahal, para sponsor jika presentasi sering
mengatakan bahwa semua orang bisa sukses di MLM.
Memang sih, semua orang bisa kalau memang benar-
benar suka dan punya kemampuannya. Tapi, jangan
asal bergabung jika diajak orang.
Lebih baik pikir panjang dahulu, minta petunjuk
Tuhan
Kesalahan saya dulu karena saya tidak berpikir
dengan matang. Saya langsung ikut saja…he..he..
Akhirnya saya berhenti karena memilih untuk
menjalankan bisnis internet yang menurut saya
lebih menyenangkan
Ya saya setuju, sebelum bergabung harap dipikir2 dulu. Tidak hanya dalam mengikuti bisnis MLM, tapi dalam bisnis apapun. Karena sukses yang diraih orang lain belum tentu bisa kita raih juga. Bergabung ke bisnis apapun jangan hanya tergiur dengan kesuksesannya, pikirkan juga tentang kekurangannya
Nggak juga lho Mbak …
MLM atau bisnis apapun itu untuk siapa aja. Kalo’ kita ambil MLM sebagai contoh, kita harus kembali lagi ke prinsip dasar … MLM itu bisnis pribadi!
Anda melakukan bisnis milik sendiri tetapi tidak melakukannya sendiri.
Jadi, jika Anda sebagai downline tuntutlah upline Anda untuk terus membimbing Anda. Sebaliknya, jika Anda seorang Upline, bina terus downline Anda jangan sampai menjadi “line” yang “down”
Menurut saya memang itulah tugas dari seorang upline, yaitu membina downline2nya. Selain itu sebuah MLM murni selalu berorientasi kepada omset penjualannya, yang aktif dapat banyak yang tidur ya.. gak dapet apa2. Semua tergantung dengan produk dan sistemnya. Produk harus unik, bermanfaat, repeat order, harga rasional dan sistemnya gak piramid.
Kalo bisnis internet kayaknya menjanjikan, maklum masih newbie. Tapi bagaimana kalau MLM murni digabung dengan bisnis internet??? apa bisa ya?
Salam kenal
Salam kenal juga mas Herman
aku mo tny dunk.. ada ga kasus downline yang ngefans bgt ma uplinenya ampe rela mati demi dia? mksdnya jenis-jenis kasus pengagungan manusia.. mo bikin skripsi nie.. hehe..
Sampai saat ini saya belum pernah menemukan kasus seperti itu. Jika hanya ngefans biasa seh ada, jadi hanya membanggakan gitu, gak sampe mati2an
Selain soal oknum yang nipu2, banyak juga masyarakat kita yang enggan ikutan MLM karena faktor klasik :
1. Nggak bisa presentasi
2. Nggak bisa Jualan
3. Nggak bisa …
Padahal, sekarang sudah banyak kok support system / smart system yang mengeliminasi momok2 dalam menjalankan MLM. Coba deh, goggling aja … pasti banyak pilihan Support System yang oke …
Setuju, intinya kalah sebelum bertanding
MLM…?
Hahahaha…….
Setau saya yg namanya mlm tuh nguntungin yg di atas, saya sudah pengalaman ikut 3 macam (merk) mlm..
Dan semuanya sama…
Pertama2 anda akan disodori semacam brosur yang menggiring kita agar ikut….
Diawali dengan “Apakah tujuan hidup anda” dan dakhiri dengan “Keputusan anda hari ini menentukan keadaan anda esok hari”
Selalu begitu
Ditambah lagi orang2 mlm selalu menjual mimpi2 dg kaset, video, kesaksian, yang kesannya dilebih2kan…
Tapi yang pasti, keuntungan akan mengalir ke atas… mana ada sih mlm yg duitnya ngalir ke bawah…? hehehehe….
Jadi intinya “Rekrutlah orang sebanyak-banyaknya dan biarkan mereka bekerja untuk anda”
Mau sistemnya dibuat sebagaimana rupa, tapi intinya tetap sama, nguntungin yang di atas…
Ini bnar, saya sudah mencobanya…
Waktu itu saya diberitahu katanya dalam 1 tahun penghasilan bisa d atas 2 juta / bulan… namun setelah saya gabung, apa hasilnya…?
hasilnya ya mandeg setelah 3 bulan karena produknya mahal, dan tidak ada yang mau beli, paling2 hanya nyoba 1 kali. waktu itu aya uwdh dpt skitar 300 ribuan, waktu gabung saya mbayar 50 ribu, jadi dalam 3 bulan saya baru untung 250 ribu… itupun dengan harus kerja keras njualin produk ke kurang lebih 20 orang.
Sementara yang uwdah di atas…? Tinggal tenguk2, uang uwdh datang sendiri.
Buat rekan2 klo tau ada mlm yg sistemnya nguntungin yg di bawah, tolong kasih tau saya lewat imel.
Seharusnya mlm itu yg adil, tidak ada sistem kasta. Siapa jual banyak untung banyak, bukan siapa rekrut banyak untung banyak.
Sekian dan terima kasih.
Wah, maaf ya mas, tapi saya ga setuju, mas..
hehe.. *peace..!!*
Ga semua mlm begitu kok. Emang kalo mau ikut harus pilih2 sih.. Pilih yang punya produk nyata, yang uplinenya/sistemnya membina dowline-nya, yang sistem bonusnya transparan…
Cuma emang namanya usaha.. harus penuh kesabaran, harus pake mikir, pake perjuangan,.. Siapa yang usahanya kenceng ya bisa dapet lebih gede dari uplinenya kok.
Itu yang saya tau ya.. Yang udah di atas juga masih kerja keras kok..
Salam kenal..
Ada mas, klau tertarik silahkan email kesaya di smartvisicom@yahoo.com
anda belum gigih aja (masih berpikir negatif kalo nguntungin yang upline aja), padahal upline tetap kerja keras koq, kalo tidak pasti upline sendiri yang “hancur” karena gak direspek sama downline-nya. Sayang kalo anda berhenti di tengah jalan padahal jaringan di bawah anda berkembang terus, anda pasti menyesal melihat itu.
membaca komentar anda ,sa pantesan ja anda gagal di bisnis anda ,saya pun kalau direkrut oleh anda nggak mau.1000% pasti nggak sukses.wong yang rekrut aja belum paham dengan bisnisnya.bagaimana menduplikasi.padahal inti dari semua bisnis macam ini adalah duplikasi. lam damai mas….!!!!
mau mlm cm modal 30rb hub: 087881256785
Sepertinya yang mas Dony ceritakan ini mlm model pyramid, dimana yang duluan dia yang untung. Tetapi menurut saya tidak semuanya seperti itu, walaupun saya sendiri tidak ikut mlm. Karena saya juga menemukan sistem mlm yang duluan tidak selalu kaya, yang bekerja keraslah yang untung. Kalau yang tinggal duduk manis trus mendapatkan untung itu mungkin semacam moneygame.
Ini bisa juga diibaratkan dengan sebuah agen, lalu ada subagen, pasti agen yang pertama mendapatkan untung yang banyak. CMIIW
Numpang komentar yah Mas Endy
Menurut saya, sebelum kita memilih bisnis MLM, ada beberapa kriteria yg harus kita cermati.
Yg pertama, kita harus memilih perusahaan MLM yg mempunyai perizinan yg lengkap, karena aspek legalitas ini menjamin kenyamanan kita dalam menjalankan bisnisnya tanpa harus waswas berurusan dengan aparat (Banyak sekali lho MLM di luaran sana yg gak jelas perizinannya
Yg kedua, kita harus memilih perusahaan MLM yg “baik dan benar”. Tolok ukurnya gampang saja, produk yg dijual melalui sistem MLM harganya HARUS sama dengan harga produk yg dijual melalui sistem konvensional. Artinya disini tidak boleh ada Mark Up harga. Sebagai contoh, kalo kita beli aqua gelas di warung harganya 500 rupiah, maka kalo kita beli lewat MLM harganya jg harus 500 rupiah. Jadi hindarilah MLM yg menjual produknya jauh diatas harga pasaran, apalagi kalo MLM tsb gak punya produk, ini sudah jelas money games!
Setelah dua kriteria tersebut terpenuhi, kriteria selanjutnya adalah kita harus memilih MLM yg “LAYAK” untuk dikerjakan. Artinya kita harus memilih perusahaan MLM yg memiliki Marketing Plan yg menguntungkan membernya. Jujur saja, kebanyakan sistem MLM di Indonesia hanya menguntungkan perusahaannya, karena marketing plannya dibuat sedemikian rumit dengan banyaknya syarat (contohnya tutup poin, side volume, dll) yg harus dipenuhi sebelum seorang member berhak mendapatkan bonusnya. Oleh karena itu sebelum memilih sebuah perusahaan MLM, pelajari terlebih dahulu seberapa besar dan seberapa cepat anda dibayar, tanpa banyak syarat yg bermacam2
Selanjutnya adalah masalah transparansi. Anda harus memilih perusahaan MLM yg bisa memberikan transparansi mengenai perkembangan jaringan dan perhitungan bonus2nya. Jadi anda tidak akan merasa ditipu atau dibohongi oleh perusahaan.
Yg terakhir, anda harus memilih perusahaan MLM yg mempunyai support system dan group leaders yg mempunyai komitmen tinggi untuk membantu anda dalam bisnis. Karena kunci sukses dari bisnis ini ada di jaringan yg solid dan team work yg kompak.
Kalo perusahaan MLM tersebut memiliki 5 kriteria diatas, maka bisnisnya LAYAK untuk anda kerjakan!!
Salam Sukses,
Dessy
Komentar menarik. Tetapi hampir saja tidak bisa tampil disini, karena terjaring akismet (spam)
Berhubung mbak Dessy berkecimpung di MLM jadi komentar tersebut cocok sekali untuk mereka yang ingin atau sudah bergabung dalam MLM.
Makasih Mas Endy, saya hanya sekedar ingin sharing pengalaman aja, supaya jangan ada lagi orang yg kejeblos sama perusahaan MLM yg merugikan membernya
Dengan semakin banyak informasi diharapkan dapat lebih mengerti tentang mlm, jadi cerita lama tidak bermunculan lagi
Setuju mas.. Soalnya sy jg korban program M_L_M (yg sebetulnya adalah money_game) yg berkedok Internet Marketing yg sempet heboh beberapa tahun yg lalu (you know who)
Alhamdulillah sy sekarang sudah menemukan jalan yg “benar”, bahkan bisa menolong orang lain jg lho :-). Dan yg pasti earnings-nya sudah jauh melebihi penghasilan Adsense suami sy yg baru $300/bulan…hehehe.
Hehe, teman saya juga hampir saja ikut itu. Wah itu keluarga pebisnis, suami udah dapet segitu perbulan, sang istri dapat lebih besar lagi
kerjasama yang bagus.
Kok komentar sy masuk spam_filter aja yah??
Gak kok, cuma semua harus saya moderasi dulu
Semuanya tergantung dari bagaimana bapak-Ibu melihat Network Marketing itu bagaimana. Mau tau lebih jelas tentang N21?? email saya william_wendy@yahoo.com
jika anda ingin menjalankan suatu bisnis network marketing/mlm jangan dulu membicarakan tentang produk dulu,tapi membicarakan sistem pendidikan yang mengubah hidup, contoh emotional, mental, juga pengembangan diri. percuma kalo anda memiliki mental pegawai yang mengharapkan comfort zone tdk mau mengambil resiko,tapi coba anda pelajari orang2 sukses dari mulai bob sadino sampai bill gates berapa kali mereka mengalami kegagalan itu yang dinamakan mental pebisnis. pepatah mengatakan klo kita ingin sukses maka carilah lingkungan orang2 sukses, tapi jika anda ingin gagal maka carilah orang2 yang gagal.mental pebisnis bisa gagal di sekolah formil tapi mereka akan berhasil di sekolah kehidupan.BERUBAHLAH UNTUK MAJU
numpang comment nih mas endy ya…
Baca buku “Business School”-nya Robert Kiyosaki deh, anda akan tahu mlm seperti apa yang layak kita jalani, yang dapat merubah mental kita ke arah positif dan tentu dapat merubah hidup karena memiliki sistem pendidikan yang baik. Sukses bagi anda yang akan menjalani bisnis MLM/Network Marketing.
sedikit sharing aja ya
saya pernah melihat data rincian bonus yang didapat oleh member suatu mlm
memang, ada yang penghasilannya cukup fantastis..
mencapai 100jt perbulan!!!
ada yang nolak dapet 100jt/bulan?
kemudian yang dapet puluhan juta, kemudian jutaan…
tapi taukah saudara2, berapa member yang dapat bonus 100jt? 10-han jt? dan jutaan?
100 jt = 2 member
10-90jt=30 member
1-9jt = 350-an member
100rb-900rb = 2000-an member
dan taukah anda, berapa jumlah member yang 100rb atau belum dapat bonus sama sekali???
sekitar 100.000 member!!!
kenapa member yang sudah cukup mendapat bonus ga ada 1%??
mungkinkah prosentase perolehan bonus ini bisa berubah??
ada yang bisa menjelaskan??
saya ga mau berkomentar banyak dengan fakta ini
karena saya masih awam dengan MLM
mungkin para MLM-ers bisa menjelaskannya??
saya sering denger, kalo mlm sebenernya sama saja dengan bisnis konvensional
tapi kalo dilihat dari data diatas, kq yang dapat gaji cukup cuma sekitar 1%?
padahal setahu saya, kalau dalam bisnis konvensional, semua karyawan pasti dapat gaji yang mencukupi..
ya kalau semua dapet sama enak dunk gak kerja tapi bisa kaya ya gak ada lah,
saya udah pernah ikutan beberapa mlm..
sekitar 5 jenis,yg saya mulai sejak sma
namun semuanya gagal..
saya sudah semampu saya berusaha
semampu saya menjalankan semua langkah2 mlm
tetapi tetap saya ga dapet apa2
akhirnya yang saya rasakan di mlm,saya sangat sangat tidak nyaman,dengan segala bentuk sistem mlm
selalu saja terbebani dengan poin,member,suport,seminar dll.
ada yg punya saran? nasehat? bisa di imel juga kok..
Buat mas diyo yg mulai patah semangat, emang tidak semua mlm sesuai dengan kita. Tapi klo mas masih mau mengikuti bisnis mlm yang tidak terbebani dengan tutup poin, bonus yang transparan, reward yang besar, produk yang baik, dan berpenghasilan cukup besar klo anda berusaha. Perusahaan yang punya legalitas lengkap. bisa meng email saya di joeanmacho@yahoo.com
saya pernah menjalankan mlm amway dengan network 21 support system selama 6 bulan, sejak juni 2001 hingga des 2001. saya merasakan sebenarnya network 21 support system bagus, memotivasi kita untuk mencapai impian kita, dan memberikan alat2 bisnis (buku, kaset, pertemuan) dll. Saya di sini akan bicara fair saja yaitu postif dan negatif-nya.
Positifnya :
- kita diajari punya impian yang konkret dan jelas, dan dikasih tanggal (deadline). Kita disuruh bikin dream book atau buku impian yang isinya gambar2 impian kita, dan kita disuruh lihat tiap hari. terus terang saya salut dengan cara ini dan cara ini masih terus saya lakukan sampai saat ini walaupun saya sudah tidak lagi ikut bisnis amway-network 21 ini.
- kita disuruh untuk ramah ma orang, karena kita ga pernah tahu bahwa orang lain itu bisa sukses atau ga lewat amway. siapa tau dia bisa jadi diamond, lumayan kita kecipratan (hehe). jadi terus terang, itu sedikit banyak merubah cara saya berkomunikasi ma orang2. yang tadinya saya cuek, introvert, sekarang sedikit banyak berubah jadi lebih terbuka. dan saya jadi tahu ilmu negosiasi, misalnya kalo debat, kita jangan bantah, kita dengerin sepnuh hati, lalu kita gali dengan pertanyaan2 yang baik agar lebih tahu sebenarnya isi pemikiran dia apa.
- saya jadi kenal diamond2 dan tahu bahwa sukses luar biasa itu nyata. saya pikir waktu itu ‘okelah kalaupun saya gagal di amway, toh saya jadi melihat bahwa kesuksesan yang luar biasa (di luar jalur karir normal) itu ternyata ada dan bisa dicapai’.
oke itu kelebihan2nya. kekurangannya :
- saya ga sreg ma cara mengundang orang ke pertemuan dengan berbohong, atau menyembunyikan bahwa pertemuan itu bukan amway.. menurut saya, memang berat sih di sini ada dilema. kalo prospek diberi tahu amway, dia kabur. kalau dia datang dengan pikiran ini bukan amway, tapi setelah dia dgrin ternyata itu presentasi amway, dia kabur juga (hahahaaa gotcha!). jadi gimana ya, emang susah soalnya amway stigmanya udah buruk. terus terang saya bukannya ga mau, tapi 99,95% teman saya kabur setelah saya undang, dan saya jadi kena getahnya, hubungan sosial dan pertemanan jadi jelek. mereka jadi bete ma saya. males banget kan. mungkin saya ga rela aja sih punya income 30 juta sebulan (janji diamond tahun 2001) tapi kehilangan teman2. hehe.. okelah mungkin impian saya ga sebesar itu
- alat2 bisnis menurut saya terlalu mahal. masak seminar aja 45 ribu… hm.. info nite 7 ribu, sebulan 4 kali berarti 28 ribu. kaset langganan BDP (business development program) seinget saya 128 ribu.. terus terang kalo dgr kaset2 semangat2 banget. apalagi kaset dari para diamond luar kayak Doug Wead, Skip Ross, Mitch Sala. Luar biasa. tapi kenyataan di lapangan lain. Soalnya saya melihat success rate kecil banget, kurang dari 1%, alias kalo kita ngajak 100 orang, belum tentu 1 orang dapat! (gila ga sih!). Jadi makan waktu banget jalanin bisnis amway ini, sedangkan saya sibuk kuliah waktu itu. OKe lah, kalau dibilang ma para diamond dan upline bisnis ini bisa part time, tapi buat saya kok rasanya ga mungkin bgt. Siklus dari prospecting-home meeting-follow up itu udah berapa jam seminggu. Sedangkan kuliah dan bikin tugas udah 8-10 jam sehari. … see the point?
- produk amway terlalu mahal banget dibandingkan consumer goods di luar. Saya rasa ini memang karena bonus diamond yang luar biasa mewah itu, dibayar dari margin produk yang gede. Gimanapun pemegang saham Amway Corps ga mau dong duitnya habis cuma buat bayar diamond2 jalan2, jadi duitnya diambil dari para distributor di bawah dan prospek2 yang ga jadi distributor alias jadi pelanggan doank. Jadi Amway-Network 21 itu segmennya cuma orang kaya alias SES A/B kalau dilihat dari sisi marketing management. Padahal SES A/B itu jumlahnya sedikit, terus mereka punya akses informasi (internet/temen2) yang lebih luas, jadi kemungkinan nolak bisnis amway gede banget. Adapun SES C/D mungkin mau join tapi mereka ga punya duit buat dateng pertemuan / beli produk (gue udah ngalamin nyeponsorin orang2 SES C/D).
Jadi intinya, boleh aja join mlm. Tpi be realistic, saya rasa success rate nya kurang dari 1%, jadi selain kerja keras, unsur hoki juga gede banget. Tapi MLM Network21-Amway bagus kok, minimal buat dream building. Kalau anda ikuti caranya dengan 100%, walaupun Anda keluar dari Amway, Anda akan jadi tetep semangat di kerjaan Anda buat buktiin Anda sukses juga. Jadi, Amway-Network21 bisa ngebuka mata bahwa sukses yang luar biasa itu bisa, asal mau kerja keras. Soal mau kerja kerasnya di Amway atau di kerjaan/bisnis kita yang konvesional, itu terserah kita juga, soalnya Amway/NW21 ga maksa. Kalau resign dari Amway ga akan dipenjara kan… hehehehe. piss piss.
Semangat bisnisnya terasa sampe sini
MANTAB
sbnrnya baik sukses dgn cara konfensional atau pun dgn MLM itu mmiliki konsep yg sm dan sm2 BAGUS.. cuma g lbh memilih cr konfensional dr pd mlm. kenapa?
krn mlm adlh bisnis mbngun jaringn artiny kt hrs brsusah2 dahulu baru bersnang2 kmdian kmudian (0+4=4).
yg saya takutkan dlm msh susah2 dahulu itu tiba2 ada hal2 yg buruk trjd dan mmrlkn bnyk uang maka bisa bahaya!!kn!!
tp kl knfnsonl istilahnya biasa2 aja tp akhrny sukses juga. (2+2=4)
@ murini
dua-duanya ya bersusah-susah dahulu semua. yang bersenang-senang dahulu itu namanya utang.
Menurut saya, cara konvensional, keuntungannya bisa dinikmati sendiri secara maksimal. sementara mlm hanya dinikmati segelintir orang. coba lihat, dari berapa persusahaan yang mengaku menggunakan prinsif mlm, apa ada yang semua anggotanya berhasil? sepengetahuan saya, sebagian kecil ya berhasil, tp sebagian besar di antaranya tetap saja menyimpan angan-angan sebagai orang sukses.
Sebenarnya betul nggak sih bonus yg dijanjikan “AMWAY N 21″
salam kenal.. saya pelaku bisnis Network Marketing juga, insyaallah dengan sistem yang sudah bagus, produknya juga jelas, perusahaan berdiri sejak 1967. Bagi saya, bisnis ini adalah sebuah peluang yang tetap membutuhkan ketekunan dan konsistensi agar bisa merasakan penghasilan. Dalam bisnis ini pun Leader sebaiknya punya empati terhadap para membernya. Bagi saya pribadi, bisnis ini adalah “sekolah kehidupan”.
“Hanya” yang tertarik utk membangun impian melalui Bisnis MLM Generasi ke-3 dng “Hanya” 2(dua) Jalur Distribusi “saja” yg tdk perlu seimbang kanan & kirinya, silahkan menghubungi saya, salam
Solusi menciptakan lapangan kerja ya melalu bisnis Network Marketing. Sebab kita jangan hanya menuggu nasib, tapi kita yang harus merubah nasib kita
Forum yg hebat,akur bt netwoker yg menyatakan suppor system mlm bisa buat pengembangan diri smakin mantap,apapun kerja kita sob..Bila kita mau maju maka kita hrs mau BERTUMBUH.Alam dah ajari kita hal ini bila kita mau memahami.Contoh:Kita tanam pohon mangga,gak mungkin bisa berbuah banyak jika pohon gagal bertumbuh. Artinya,pertumbuhkan diri anda (pikiran,emosi,kreatifitas..Dll) Tuhan akan memberikan hasil yg besar hanya kpd orang2 yg bisa dan mau trus bertumbuh, kesimpulan:BELAJARLAH DISUPPOR SYSTEM MLM TUK BERTUMBUH,gak peduli anda tertarik menjalankan MLM ato TIDAK.
menurut saya, sebenarnya MLM sama dengan bisnis dan pekerjaan lain . umumnya orang mengikuti MLM untuk menciptakan aset yang nantinya akan berkembang sendiri karena orang tersebut umumnya tidak suka menjadi karyawan atau orang yang bekerja banting tulang arau duduk tegang di dalam kantor . dan orang tersebut yang menjadi boss dalam bisnis barunya . biasanya pada saat perekrutan, orang tersebut di iming-imingi , akan mendapat komisi besar dan seolah tanpa harus kerja keras, orang tersebut akan mendapat komisi berkali lipat . padahal sebenarnya orang yang tergabung dalam MLM jika ingin sukses juga pastinya bekerja keras untuk perusahaan , sama seperti seorang karyawan kantoran .
tapi benar sekali , solusi terbaik adalah bergabung dengan network marketing, dengan mengikuti support system . kenali dulu MLM sebelum bergabung