Kenapa memilih bisnis ini? Karena bisnis ini tidak membutuhkan tempat yang luas, dengan lebar 3 meter saja sudah bisa menjalankan bisnis ini. Berbeda dengan pencucian mobil, diperlukan lahan yang luas, dan tentunya dituntut untuk bisa nyopir. Dilihat dari segi modal juga relatif kecil, yang dibutuhkan untuk membuka usaha ini hanyalah pompa air atau kompresor serta alat penyemprotnya, itu yang paling utama.

Biaya untuk pencucian motor minimal 4 ribu rupiah, tergantung dari service yang diberikan. Biaya akan bertambah jika ada pelayanan khusus, seperti menambah kit pada body motor, tetapi jika kit untuk ban biasanya hanya sebagai service tambahan dan gratis. Bisnis ini sangat cocok sekali bagi daerah yang memiliki kepadatan motor tinggi. Seperti di jogja pemilik sepeda motor katanya hingga 800 ribu lebih, belum termasuk yang berplat luar daerah. Sedangkan anak kuliah yang membawa motornya ke daerah ini tidak sedikit. Jadi bisnis ini masih bagus dijalankan.

Dengan mencuci motor minimal 20 pelanggan perhari, kita bisa mengumpulkan 3 jutaan perbulannya. Sedangkan dari survey kecil-kecilan, setiap pencucian khusus motor yang ada dipinggir jalan raya, mereka biasa mencuci motor 35 hingga 50 lebih motor setiap harinya. 3 juta itu tentu belum dikurangi dengan gaji karyawan, tetapi jika bisa menjalan bisnis ini sendiri bersama saudara atau teman, tentu akan sangat menguntungkan.

Seseorang kadang mau jauh-jauh mencuci motornya hanya karena pelayanannya yang sangat baik. Padahal disamping jauh kadang juga tidak murah, tetapi mereka merasa puas sehingga ia rela melakukannya. Karena ada orang yang jika motor mengkilat dan bersih adalah sebuah kebanggaan. Disamping itu motor juga bisa menunjukkan kepribadian si pemiliknya :)

Jadi jika memiliki lahan kosong, jangan dibiarkan kosong begitu saja, manfaatkan lahan tersebut dengan membuka usaha, salah satunya adalah bisnis pencucian sepeda motor ini. Tidak harus dikerjakan sendiri, bisa melibatkan orang lain yang bisa menanganinya. Semoga bermanfaat!

Bisnis pencucian motor
Model by Didit | bi.konblog.com | Endy