Gus Dur: Gitu aja kok Repot!
Bisnis, Inspirasi, TipsPernah mendengar Gus Dur mengucapkan kata-kata seperti itu? ya begitulah ciri khas Gus Dur. Tokoh NU yang sering suaranya mengundang kontroversi ini selalu bicara apa adanya. Gus Dur suka bercanda, dalam banyak hal Gus Dur selalu melontarkan lelucon yang sering membuat tertawa pendengarnya. Bahkan lelucon-lelucon Gus Dur ini Pernah dibukukan. Perkataan Gus Dur yang paling terkenal adalah “gitu saja kok repot!”. Ada benarnya juga dengan pernyataan Gus Dur tersebut, memang kita tidak perlu membuat segala sesuatu menjadi repot.
Disini tidak akan membicarakan politik, tetapi bagaimana mengerjakan sesuatu dengan cerdas sehingga tidak membuat repot. Banyak sekali yang selalu meninggalkan pekerjaan yang bisa dikerjakan, dan mengerjakan pekerjaan yang sebenarnya tidak bisa dikejarkan dengan dalih ingin lebih maju atau mendapatkan untung lebih banyak. Bagaimana kalau tidak mendapatkan untung tetapi malah buntung? untuk mendapatkan untung tentunya dengan merubah cara kerja kita menjadi mengerjakan yang bisa dan mencoba yang belum bisa.
Banyak sekali kejadian seperti itu yang terlihat disekeliling kita. Seperti mendirikan bisnis yang tidak kita kuasai, namun semuanya ingin dikerjakan sendiri, tanpa memasukkan orang yang ahli didalamnya. Walaupun tidak semuanya gagal, namun akan lebih baik jika kita menguasai bidang tersebut. Seperti yang terlihat belakangan ini, membuat banyak blog yang tidak menguasai isinya, sehingga ada yang terkesan lucu. Pak Nukman Luthfie menyebut kejadian seperti ini sebagai Komunikasi Web ala Sayur, bisa jadi blog ini termasuk seperti yang dikatakan pakar marketing tersebut.
Tidak membuang peluang yang ada adalah tindakan yang cerdas. Karena menyia-nyiakan peluang adalah hal haram bagi seorang pebisnis. Kerjakan sesuatu yang menurut kita bisa, dengan tidak memaksakan diri dan mengukur kemampuan, sehingga tidak mudah stres atau putus asa. Lebih baik mendapatkan kecil tetapi pasti dan terus menerus, daripada mendapatkan besar namun belum kelihatan ujungnya. Dengan kata lain lebih baik menangkap yang dekat sebelum mengejar yang jauh.
Tweet Follow

Comment by 


Setuju…kalo bisa mudah kenapa harus dipersulit, kayak birokrat-birokrat yang sukanya mempersulit yang mudah
yg mudah aja kadang masih bikin repot, apalagi yang dipersulit
lha sekarang wong indonesia kan sok latah.banyak omong biar kondang tapi kerja ato prestasi = telor (nol).
oportunis yg ndak punya konsep kerja ame visi malah dipake,sedang yg jelas2 punya konsep dan visi malah ndak dipake. he..he ngene kok persoalan rakyat arep cepet membaik.
Jadi :-@ OMDO
] ya bos?