Bagi calon karyawan yang melewati proses melamar kerja dengan wawancara, maka hati-hatilah dalam menjawab pertanyaan yang diajukan oleh pewancara. Untuk perusahaan menengah dan besar biasanya akan dilakukan oleh seorang HRD, dimana memang mempunyai kemampuan untuk mewancarai dan menilai, dan biasanya lagi ini lakukan oleh seorang psikolog. Apa saja pertanyaan yang biasa diajukan?

Banyak pertanyaan yang terlihat sepele, namun jika salah menjawab maka akan menjadi bumerang bagi penjawabnya. Sebagai contoh ketika ditanya berapa gaji yang diinginkan, ada yang menjawab ‘sebanyak-banyaknya’, ada lagi yang menjawab sampai jutaan rupiah, padahal standar gaji untuk level yang diterima hanyalah ratusan ribu rupiah. Tetapi ada juga yang menjawab dengan bijak, dengan mengatakan ‘Sesuaikan dengan pekerjaan yang dilakukan dan cara kerja saya’. Namun pada saat teman saya membuka lowongan kerja, dan saya sebagai penerimanya, ada calon pelamar kerja yang belum memasukkan lamarannya sudah menanyakan jumlah gajinya, kalau menurut saya ini malah tidak etis, karena ada waktu tersendiri, jika lolos seleksi pasti akan diberitahu besaran gajinya.

Fungsi pertanyaan tadi sebenarnya untuk mengetahui seberapa besar kita menghargai diri sendiri. Karena walaupun menjawab dengan gaji sampai jutaan tetap saja akan digaji sesuai standar. Contoh pertanyaan lain adalah pakah bisa menggunakan komputer? internet? sudah memiliki email? bisa chatting? dan lain sebagainya. Jika semuanya dijawab dengan iya, hati-hati dengan pertanyaan chatting. Karena ada beberapa perusahaan sampai saat ini tidak memperbolehkan karyawannya chatting. Tetapi jika perusahaan yang bersangkutan bergerak dalam bisnis online saya yakin malah akan dianjurkan. Pengalaman saya sendiri ketika teman saya hobi dengan chatting, dan ia bekerja dibagian customer service, ternyata kegiatan tersebut sangat mengganggu sekali, karena ia menjadi lama dalam menangani customernya. Setiap pertanyaan pelanggan selalu dijawabnya dengan pertanyaan lagi, dan kadang pelanggan disuruh menunggu sebentar hanya untuk ditinggal menjawab teman chattingnya. Kelihatan jadi tidak profesional bukan?

Contoh dalam wawancara lainnya adalah pewancara akan menyodorkan beberapa kertas warna, atau sebuah gambar dengan warna yang sudah disusun sedemikian rupa, dan pelamar disuruh memilih warna-warna tersebut. Fungsinya adalah untuk mengetahui karakter seseorang. Apakah seorang yang penyabar, pemarah, suka bekerja keras, atau sebaliknya, yang loyo, mudah mengeluh, dan lain-lain. Karena banyak perusahaan membutuhkan karyawan yang masih bisa tetap bekerja walaupun dibawah tekanan.

Jadi, hati-hati saat menjawab pertanyaan dalam wawancara kerja, jangan anggap remeh pertanyaan yang diajukan, karena yang terlihat sepele kadang malah penting bagi penanya. Semoga bermanfaat!