Karyawan adalah tulang punggung usaha kita, mereka bisa menjadikan kita sukses, dan mereka juga yang bisa menjadikan kita bangkrut. Memang tidak hanya itu saja yang mempengaruhi, masih banyak faktor lain, tetapi paling tidak karyawan mempunyai andil besar dalam maju mundurnya sebuah usaha. Jadi memperlakukan karyawan dengan sebaik-baiknya sama seperti memupuk sebuah aset.

Karyawan yang terlalu dipaksa melakukan semua pekerjaan namun tidak ada timbal baliknya, seperti jaminan kesehatan, gaji yang cukup, atau tidak adanya bonus jika bisa melebihi target tentu akan membuat karyawan menjadi lemah, bisa malas dalam bekerja, dan ‘pura-pura’ akan bekerja dengan baik apabila si Bos ada ditempat. Tentu kita tidak mau dicapekkan dengan kegiatan seperti itu, karena pekerjaan kita tidak hanya mengawasi karyawan, ada hal lain yang lebih penting dari itu.

Namun sebagai karyawan tentu juga harus tahu diri. Jangan karena untung rugi ditanggung oleh pemilik sehingga hanya bekerja seenaknya, yang pada akhirnya menuntut kenaikan gaji, dan tunjangan-tunjangan lain, sedangkan belum mengerjakan tugas dengan sebaik-baiknya. Pengertian antara owner dan karyawan sangat diperlukan. Si pemilik usaha percaya terhadap karyawan, dan begitu juga karyawan akan mempunyai rasa memiliki, sehingga akan muncul tanggung jawab untuk membawa usaha ke arah yang lebih baik.

Karyawan mungkin tidak akan meminta yang terlalu muluk-muluk, seperti gaji atau tunjangan yang berlebihan, mereka hanya menginginkan sepantasnya, sesuai dengan apa yang ia kerjakan. Tetapi apabila kita bisa memberikan lebih, pasti mereka akan lebih senang dan betah bekerja di tempat usaha tersebut.

Mencari karyawan memang gampang-gampang susah, pengangguran memang banyak, tetapi untuk mendapatkan yang baik yang sesuai yang kita inginkan itu susah. Saya sering melihat ada pemilik usaha seperti warung makan, atau pedagang kaki lima yang hampir setiap bulan berganti karyawannya. Setelah saya tanya kepada salah satu mantan karyawannya, ternyata di tempat ia bekerja tersebut diberlakukan sistem kerja yang ketat dan dalam waktu yang panjang, namun gaji sangat minim, itu yang membuat mereka tidak betah. Namun ada juga yang saya lihat sampai belasan hingga puluhan tahun menjadi karyawan. Rahasianya adalah si bos memperlakukan karyawannya seperti keluarga sendiri. Apa yang dimakan si bos, sama dengan apa yang dimakan oleh karyawannya tersebut, begitu pengakuannya.

Sekarang tinggal kita mau pilih yang mana, mau setiap bulan ganti karyawan atau malah menambah karyawan setiap bulan karena usaha yang terus maju yang disebabkan karyawan yang begitu loyal, dan mempunyai rasa memiliki yang tinggi. Mudah bukan? :) Semoga bermanfaat!