Kenapa MLM selalu Menyebalkan?
Bisnis, RefleksiSaya sudah sering bertemu dengan orang-orang yang mengikuti bisnis MLM. Tetapi dari semua orang yang ketemu saya tersebut menyebalkan. Inilah kelemahan yang mereka miliki. Karena terlalu semangat, terlalu percaya diri, sehingga tidak memikirkan kondisi calon downlinenya. Ia hanya berpikir “harus ikut”. Sedangkan saya kadang sudah muak mendengar gambaran muluk-muluk tersebut. Saya tahu itu bisa tercapai, tetapi untuk bisnis kita tidak membutuhkan itu saja, masih ada cara lain yang tidak pasaran.
Cerita-cerita Manis dari Pengikut MLM
Jika ada yang pernah bertemu pengikut MLM, pasti sudah sering mendengar kata-kata: “itu dulu tukang ojek, sekarang sudah punya motor atau mobil, dengan penghasilan sebulannya sekian juta”. Atau dengan kata-kata yang lebih ekstrim lagi: “kalau kamu hanya bekerja seperti ini terus, bahkan sampai tua, apa yang ingin kamu wariskan keanak-istrimu?”. Mendengar kata-kata itu seakan-akan bisnis MLM adalah bisnis sempurna, tidak mempunyai cacat atau kekurangan.
Saya sebagai seseorang yang senang dengan bisnis, tidak membenci MLM, tetapi sistemnya yang tidak saya benci, kalau orangnya yang cara prospek (sebuatan untuk rekrut anggota) jelek, seperti menceritakan cerita palsu kesuksesan yang kadang belum ada yang mencapainya, dengan kata lain menjual imajinasi, itu penting untuk menambah semangat, karena tanpa semangat tidak mungkin berhasil. Hanya saja ketika mereka saya ajak diskusi, ujung-ujungnya seperti orang yang ngajak berantem. Seharusnya mereka sudah siap, ketika mengajak orang tidak semua orang bisa bilang ‘IYA’ begitu saja. Tapi itu tidak dipersiapkan oleh sang upline, yang akhirnya jadinya seperti itu.
MLM vs Bisnis Online
Ketika seseorang menawarkan bisnis mlm, yang katanya produknya bagus dan sudah terkenal, dan bisnis ini bisa didukung dengan internet, membuat semakin mudah dalam menjalankan bisnis. Setelah selesai menjelaskan tentang kelebihannya, pengikut mlm ini melanjutkannya dengan menggambarkan masa depan saya. “Apalagi anda hobi internet, yang setiap hari didepan komputer, tentu akan membuat jaringan anda menjadi cepat besar, saya yakin anda pasti bisa …..”. Dengan ceritanya yang seperti tidak pernah menarik nafas tersebut, saya hanya bisa bilang ‘amin’. Lalu saya mulai menyelipkan perbandingan dengan program-program penghasil uang dari internet, seperti affiliate atau yang lainnya. Ia terdiam sejenak, tetapi langsung menjelekkan program online tersebut dengan menyebutkan kekurangan-kekurangannya.
Dengan pengetahuan tentang bisnis online yang sepertinya minim, ia berani berkomentar seperti itu, tentu akan membuat jelek cara pandang orang lain terhadapnya. Menurut saya akan lebih baik jangan terlalu ambisius untuk mendapatkan downline, tetapi dapatkan ilmunya itu jauh lebih penting lagi. Dengan berdiskusi akan menambah wawasan dalam bisnis.
Jadi bagi pengikut mlm yang katanya tidak usah bekerja dapat uang, itu saya tidak percaya. Bisa terjadi jika sudah memilik downline banyak dan aktif. Percuma donwline ribuan tapi tidak produktif. Lalu jika bisnis online, walaupun bisa dikatakan bekerja, tetapi bisa dikatakan juga sebagai hobi. Dan kita hanya perlu didepan komputer untuk mengerjakannya. Modal untuk ikut mlm katanya ada yang cuma 10 ribu tetapi ada juga yang sampai puluhan juta, karena harus beli bintang atau jabatan. Untuk bisnis online banyak yang gratis (diluar biaya internet). Saya tidak bisa menyebutkan semua tentang untung rugi, kekurangan dan kelebihannya. Karena untuk mencapai sukses, keduanya membutuhkan banyak faktor. Bahkan katanya bisnis online mudah, menjanjikan, dan lain sebagainya, belum tentu orang lain menganggapnya mudah juga.
Belajar dan belajar, memperbaiki semua kekurangan, terus berusaha, dan tetap semangat mungkin bisa menjadi salah satu kunci kesuksesannya. Semoga bermanfaat!





Saya menggeluti MLM, dan benar biasanya untuk menarik prospek, ada (tidak semua) yang akhirnya sampai berbohong. Tapi terlepas dari itu semua memang cerita sukses MLM yang berasal dari tukang ojek, pemulung, pedagang kaki lima memang benar ada. Saya sendiri sepakat dengan Bung Endy bahwa kita tidak boleh terlalu ambisius dengan prospek. Ibarat manusia, jika sudah semakin dewasa maka seharusnya akan semakin bijaksana. Demikian pula di MLM, biasanya semakin tinggi peringkat maka akan lebih enak gaya bahasa dan sikap dalam memprospek.
Tentang yang mengatakan MLM itu tidak usah bekarja dsb, biasanya ini banyak ditemui kita diinternet. Jika kita mau lebih jeli biasanya iklan2 tersebut bukan MLM murni yang legal dan resmi diakui pemerintah. Kalau saya amati (semoga tidak salah) ini iklan reseller e-book, money game ataupun arisan berantai.
Tapi walau bagaimanapun tulisan Bung Endy bisa dijadikan pelajaran bagi orang2 yang berkecimpung di bisnis MLM dalam memprospek, termasuk saya sendiri. Terimakasih - Rezki Handoyo
Inilah yang sering saya tekankan, bahwa saya tidak membenci sistemnya, tetapi tidak suka dengan oknum yang sering mengatakan ini itu yang bikin muak mendengarnya. Saya yakin dengan kesadaran mas Rezki seperti itu akan membuat banyak mempunyai downline yang loyal. Selamat berjuang mas Rezki
hahaha3…
@bung yg diatas btul sekali bro…
saya sebagai orang yg menjalani mlm kadang lucu sekali melihat distributor yg seperti itu…
bung saya akui,bahkan produk2 yg saya jual itu tidaklah 100% sembuh,ini selalu saya tekankan ketika menjual…
sehingga saya tidak pernah sampai keceplosan berbohong…
bisnis MLM saya juga gak 100% sukses,tapi ada chance sih ha3….
bung,pendapat anda sangat berarti buat saya…
dimana saya bisa mengevaluasi dan memberitakan informasi berharga ini kepada tmn2 saya..
trimakasih sekali loh pak endy
jujur,niat anda sampai memposting info ini sangat saya hargai….
andaikan anda bisa dapat lebih banyak menceritakan pengalaman anda kepada saya