Kerja atau kuliah? kerja dimana? Begitu mungkin pertanyaan yang sering kita dengar ketika baru pertama kali kenal dengan seseorang. Sangat jarang kita ditanya “bisnis apa?”. Dan ini benar-benar terjadi, ketika seseorang yang bekerja disebuah bank, dan menjabat sebagai Kepala dalam bank tersebut, dengan gaji hanya sekitar 8 jutaan. Sedangkan dirumah ia memiliki sebuah usaha yang sebulannya bisa mendatangkan untung tidak kurang dari 50 juta perbulannya, tetapi jika ditanya pekerjaan ia akan menjawab di bank ini.

Untung 50 juta perbulan untuk usahanya tersebut saya tidak mengada-ada. Karena dengan usaha penyewaan sound system, dengan biaya sewa 15 juta untuk satu event/hari, ia bisa menerima keuntungan bersih hingga 13 jutaan, yang 2 juta untuk biaya transportasi dan teknisinya. Sedangkan setiap hari sabtu dan minggu hampir selalu digunakan untuk acara perkawinan atau event pertunjukkan seperti band. Sedangkan diluar hari tersebut, banyak dimanfaatkan untuk acara-acara kantor.

Tetapi berbeda dengan orang yang satu ini, walaupun ia bekerja dan hidup dari menjadi karyawan disebuah perusahaan swasta, tetapi jika ditanya tentang pekerjaan ia akan menjawab “saya berwirausaha”. Karena memang ia sedang merintis usaha advertising, tetapi hasilnya belum bisa dijadikan tumpuan hidup. Namun demikian, ia merasa bangga dengan memiliki usaha sendiri tersebut. Sedikit alergi jika mendengar pertanyaan ‘kerja dimana’ katanya. Ya mungkin itu merupakan salah satu ciri dari jiwa seorang entrepreneur.

Bagaimana jika anda yang mengalami hal demikian? apakah anda akan bangga dengan bekerja diperusahaan terkenal? atau bangga dengan memiliki usaha sendiri tetapi belum bisa menghidupi anda sendiri?