Lebaran bisa dibilang identik dengan “ketupat” yang kalo bahasa jawanya kupat. Entah benar atau salah, mungkin ketupat berasal dari kata kupat. Tetapi saya tidak akan membicarakan dari mana asal kata tersebut, hanya saja ada makna dibalik kata “kupat”.

Kupat katanya berasal dari peninggalan ajaran Sunan Kalijaga. Kita tahu sunan kalijaga berdakwah dengan budaya. Sehingga sampai saat ini masih banyak budaya-budaya yang ditinggalkan oleh sunan kalijaga. Seperti wayang, dll.

Kupat sendiri kependekkan dari ngaku lepat (mengaku salah), yang disimbolkan dengan anyaman janur kuning yang berisi beras lalu dimasak. Ini memang mirip dengan lontong. Sunan kalijaga memang terkenal dengan ajarannya yang memakai simbol-simbol. Seperti Gamelan ada maknanya sendiri-sendiri. Contoh lain dalam wayang ada pandawa lima, tujuannya adalah mengenal dari rukun islam yang berjumlah 5.

Jadi pada hari lebaran kali ini atau ada juga yang menyebutnya sebagai hari kemenangan adalah hari bagi mereka-mereka yang benar menang dan merdeka. Kita pantas merenung, apakah kita memang sudah benar-benar menang, atau hanya semu. Dimana kita hanya sekedar menahan lapar tanpa tahu maknanya.

Maafin Saya Ya!

Terlepas dari itu semua, seyogyanya kita berani mengaku salah dan berani memaafkan, supaya menjadi fitrah, seperti terlahir kembali. Untuk itu saya yang banyak salah yang disengaja ataupun tidak sengaja, saya mohon maaf yang sebesar-besarnya lahir dan batin kepada semua pengunjung blog ini.

Minal Aidin Wal Faidzin

Ps: untuk bos cosa, kok komentar saya gak pernah bisa masuk ya?