Melakukan Sesuatu Jangan Textbook
Inspirasi, TipsKetika saya sedang belajar foto-foto memakai kamera digital, teman saya datang dan ikut mencoba kamera digital tersebut. Karena ia biasa memakai pocket camera, sedangkan kamera yang saya gunakan adalah DSLR, sehingga ia tidak begitu familiar dengan kamera tersebut. Lalu saya coba menerangkan cara dan fungsinya. “kamu jangan terlalu textbook jika ingin punya karakter”, begitu katanya mengingatkan saya.
Kata-kata itu selalu saya ingat, karena setelah saya pikir-pikir ada benarnya juga. Sering saya terlalu berpatokan dengan apa yang saya baca, atau kata-kata orang lain. Sehingga saya tidak melakukan tindakan lain, seperti berimprovisasi atau eksperimen. Karena mungkin sudah merasa puas, atau takut salah, atau tidak mau memikirkan cara lain, yang pada akhirnya menjadi manja, mengandalkan pemikiran orang lain untuk menyelesaikan masalah.
Budaya textbook inilah yang sering membuat orang menjadi malas berpikir. Karena sudah menjadi suatu kebiasaan, sehingga sering ditemui orang bertanya sebelum berusaha. Jika kita menemukan orang yang mau ditanya itu tidak menjadi masalah, bagaimana jika tidak ada orang yang bisa ditanya? sedangkan kita sudah terlanjur menjadi seorang penanya.
Menggunakan buku atau referensi orang lain sebagai panduan itu tidak salah, tetapi kita juga perlu sadar, bahwa buku atau anjuran orang lain tersebut belum tentu benar seratus persen. Jadikan semua itu sebagai dasar untuk menguak sesuatu yang ada didepannya, bukan dijadikan jawaban akhir dari sebuah pertanyaan. Jangan hanya menjadi sebagai tokoh dalam buku. Dimana ketika buku bilang A kita juga melakukan A.
Ingat! Teori akan selalu menghasilkan praktek, dan praktek akan menghasilkan teori. Baca, Pahami, Lakukan, dan temukan hal baru dibelakangnya. Semoga bermanfaat!
Tweet Follow



Belum ada komentar.