“Kita bisa melihat, bahwa dari kemalasan terdapat peluang bisnis”

Dalam beberapa hari ini saya mendapatkan tugas menganalisa bisnis. Tetapi yang saya analisa bukan bisnis beneran, namun hanya sebuah tugas yang diberikan kepada mahasiswa jurusan Manajemen SDM. Karena kemalasannya, maka tugas tersebut diberikan ke saya untuk dikerjakan, tentunya dengan sedikit imbalan :) lumayan buat tambah-tambah isi dompet. Dengan hanya mencoba sedikit analisa, lalu saya tulis dikertas kuarto sebanyak 3 lembar, selesai juga tugas tersebut.

Saya sendiri termasuk malas jika harus mengurus pembayaran pajak motor di Samsat, yang akhirnya saya titipkan di Biro Jasa. Atau contoh lagi bagi mahasiswa yang malas dalam mengetik setiap tugasnya, akhirnya diselesaikan oleh jasa pengetikan, jika dalam sehari menerima minimal 50 lembar saja, maka tidak kurang 1,5 juta tiap bulannya, yang bisa diselesaikan dalam waktu kurang dari 5jam. Masih banyak lagi usaha yang memanfaatkan kemalasan orang, seperti cuci motor atau mobil, laundry, antar-jemput anak, dan lain sebagainya.

Disini kita bisa melihat, bahwa dari kemalasan terdapat peluang bisnis. Saya sendiri termasuk orang yang sering mendapatkan job karena kemalasan orang. Yang semua itu tidak saya kerjakan sendiri, namun saya lempar lagi ke orang lain yang lebih mendalami bisnis tersebut, dan saya mengambil berapa persennya, atau menaikkan harga dari harga semula. Cara seperti ini sah-sah saja dan halal. Jadi walaupun kita tidak bisa mengerjakan sendiri, asalkan kita mau untuk bergerak, pasti bisa.