Memanfaatkan Kemalasan Orang untuk Bisnis
Inspirasi, Peluang BisnisDalam beberapa hari ini saya mendapatkan tugas menganalisa bisnis. Tetapi yang saya analisa bukan bisnis beneran, namun hanya sebuah tugas yang diberikan kepada mahasiswa jurusan Manajemen SDM. Karena kemalasannya, maka tugas tersebut diberikan ke saya untuk dikerjakan, tentunya dengan sedikit imbalan
lumayan buat tambah-tambah isi dompet. Dengan hanya mencoba sedikit analisa, lalu saya tulis dikertas kuarto sebanyak 3 lembar, selesai juga tugas tersebut.
Saya sendiri termasuk malas jika harus mengurus pembayaran pajak motor di Samsat, yang akhirnya saya titipkan di Biro Jasa. Atau contoh lagi bagi mahasiswa yang malas dalam mengetik setiap tugasnya, akhirnya diselesaikan oleh jasa pengetikan, jika dalam sehari menerima minimal 50 lembar saja, maka tidak kurang 1,5 juta tiap bulannya, yang bisa diselesaikan dalam waktu kurang dari 5jam. Masih banyak lagi usaha yang memanfaatkan kemalasan orang, seperti cuci motor atau mobil, laundry, antar-jemput anak, dan lain sebagainya.
Disini kita bisa melihat, bahwa dari kemalasan terdapat peluang bisnis. Saya sendiri termasuk orang yang sering mendapatkan job karena kemalasan orang. Yang semua itu tidak saya kerjakan sendiri, namun saya lempar lagi ke orang lain yang lebih mendalami bisnis tersebut, dan saya mengambil berapa persennya, atau menaikkan harga dari harga semula. Cara seperti ini sah-sah saja dan halal. Jadi walaupun kita tidak bisa mengerjakan sendiri, asalkan kita mau untuk bergerak, pasti bisa.
Tweet Follow



wah ternyata jiwa pebisnisnya kuat juga neeh
Kuat dan tidak sebenarnya tergantung mau apa tidak kita menjalankannya mas
btw, Mas ari gak ikut workshop bisnis internet?
Menarik sekali kalau kita bisa memanfaatkan segala peluang bisnis yang ada…ya lumayan buat nambah2 uang saku kalau masih kuliah atau bisa juga buat beli rokok hehe……..manfaatkanlah peluang bisnis yang ada….pa lagi sekarang ini cari duit susah lhooo…sukses
Salute…
Jangan buat beli rokok (kayak saya aja), buat ngembangin bisnis aja, hehehe. Apalagi di Jogja skrg udah ada perda tentang rokok. Di DPRD Jogja "katanya" udah gak disediain asbak lagi (bagaimana kalo anggotanya bawa asbak dari rumah ya?) walau saya seorang perokok, tapi setuju dengan perda ini. ditunggu didaerah lainnya.
Ada pakar yang mengatakan " Kalau mau jadi pengusaha janganlah jadi orang yang rajin"
Maksudnya kalau ada pekerjaan yang bisa dilimpahkan ke orang lain(misal karyawan) jangan dikerjakan sendiri. Sehingga kita punya waktu untuk mengembangkan bisnis lainnya.
Cerdas
saya sendiri sangat setuju sekali dengan pendapat seperti ini. Cuma misalnya kita belom bisa memiliki karyawan, atau belom bisa membayar orang lain, ya kerjakan sendiri dulu donk
takutnya dananya habis cuma buat bayar orang.