Mengais Untung saat Special Moment
BisnisIni sudah pernah saya bahas pada tahun lalu. Ketika orang-orang berjiwa bisnis memandang sebuah moment bagus untuk mengais untung. Pada bulan Agustus kali ini dimana diperingati ulang tahun kemerdekaan RI banyak dibutuhkan atribut untuk memeriahkan HUT RI tersebut.
Pada hut ri tahun ini sepertinya lebih meriah, itu saya rasakan di tempat saya, dimana banyak orang ikut berpartisipasi baik pria wanita, tua muda, semua bersatu saling bergotongroyong menghias kampung untuk menampilkan kemeriahan. Tidak hanya siang saja, bahkan malam pun masih bekerja, baik mengecat dinding-dinding, membuat hiasan dari bendera, dan lain sebagainya.
Dan untuk memenuhi kebutuhan tersebut banyak memakan dana, terutama untuk pembelian cat dan bendera serta tiangnya. Jadi tidak heran jika banyak yang menerima untung yang tidak sedikit dari penjualan bendera dan tiangnya. Untuk tiang dari bambu berukuran kecil dengan panjang kurang lebih 2 meter dijual dengan harga 10 ribu. Jelas ini sangat menguntungkan, karena harga bambu besar saja satu batang harganya berkisar 3 ribu hingga 5 ribu saja.
Karena saking banyaknya yang membutuhkan atribut tersebut maka tidak heran jika banyak orang yang berjualan dipinggir jalan. Tetapi ada lain cara dalam mengais untung di bulan kemerdekaan ini. Tidak berjualan dipinggir jalan, melainkan sebagai produsen bendera dll, lalu disebar ke semua calon penjual yang ada di pinggir2 jalan dan warung-warung. Memang untungnya lebih kecil, tetapi jika di jumlahkan tentu tidak sedikit.
HUT RI memang sudah berlalu, tetapi masih ada momen yang bisa menebalkan kantong jika kita mau melakukannya. Puasa sebentar lagi tiba, dimana akan banyak pasar tiban yang menjajakan berbagai makanan khas puasa. Walaupun puasa hanya 1 bulan tetapi bisa menghasilkan untung hingga puluhan juta, seperti yang dialami oleh pedagang yang biasa mangkal di seputaran UGM. Dimana banyak diantara mereka hanya berjualan pada saat puasa saja. Bermodal mobil pick-up yang tidak perlu didesain khusus, mereka menjajakan makanan dan minuman. Dalam sehari saja (jam 16 hingga waktu buka) mampu mengumpulkan untung diatas 1 juta rupiah. Tetapi dari pengalaman para pedagangnya, waktu paling ramai hanya sekitar 2 mingguan, yaitu pada awal puasa saja. Tentu ini tidak berlaku juga ditempat lain, karena jogja merupakan kota yang banyak dihuni oleh anak kost, yang bisa saja pada akhir puasa mereka mudik untuk merayakan lebaran dikampungnya. Tetapi untung pedagang dengan modal kuat akan berjualan dari awal sampai akhir puasa, berbeda dengan yang hanya bermodal sedikit.
Setelah puasa berakhir, maka akan datang momen spesial lagi, yaitu lebaran. Bisnis pakaian dan makanan masih menjadi favorit. Memang pada saat seperti banyak pesaing kita, tetapi bagaimana cara memasarkan dan mengemas barang tersebut menjadi produk yang bisa dijual dengan laris dan bahkan dengan harga yang lebih tinggi. Sebut saja dalam penjualan Parcel, ada yang mau mengantar dan ada yang hanya menjual saja. Bagaimana kita bisa memenangkan pasar tentu banyak jalannya.
Jadi, yang terpenting bukan apa yang kita jual, tetapi bagaimana menjual. Semoga Bermanfaat!





Belum ada komentar.