Jika pada bisnis online banyak yang menggelutinya sebagai afiliator, dan sudah terbukti bisa untuk menghidupi keluarga, dalam bisnis offline pun sebenarnya juga bisa memberikan keuntungan besar. Bisnis ini sangat fleksibel, karena kita bisa ganti-ganti jenis bisnis, tidak harus menggeluti satu bisnis saja, misalnya hanya menjual mobil saja, atau menjual properti dan lain sebagainya. Asal kita mampu meyakinkan pembeli, saya yakin perantara model ini akan cepat kaya. Anda bisa mencoba dari beberapa bisnis yang kita bisa menjadi perantaranya seperti berikut ini.

Bisnis Catering

Kita bisa menawarkan ke sebuah event yang membutuhkan catering, seperti pertemuan besar atau perkawinan. Pertemuan besar yang biasa terjadi adalah ketika sebuah partai atau organisasi mengadakan rapat atau ultah. Kita bisa menawarkan proposal dengan berbekal harga dari sebuah perusahaan catering yang sudah kita mark-up, sehingga kita juga mendapatkan untung. Jika sekali event dengan pesanan 500 porsi, selama beberapa hari, tentu kita akan banyak untung hanya dengan menaikkan 1000 rupiah perporsinya.

Bisnis Motor dan Mobil

Dengan menjadi makelar orang juga bisa sampai memiliki motor atau mobilnya. Jika mengikuti sebuah dealer kita diwajibkan untuk menjual beberapa motor/mobil dalam setiap bulannya. Kenapa tidak menargetkannya untuk diri sendiri? kita tidak harus menjual produk baru, karena yang bekas juga banyak yang mencarinya.

Bisnis Properti

Rumah walaupun mahal harganya namun banyak juga yang mencari. Tetapi kita tidak hanya itu saja yang bisa kita jual, seperti ruko atau kios kecil bisa ikut kita pasarkan. Bisa menjual rumah atau hanya tanah yang belum ada bangunannya. Besaran komisi untuk jenis ini cukup tinggi.

Sebenarnya tidak hanya itu saja, masih banyak lagi. Seperti contohnya salah seorang temen kenalan saya. Ia bercerita dulu pertama kali ia hanya sebagai pegawai hotel di Bali pada bagian restoran. Dan pada suatu saat ia bertemu dengan seorang wisatawan asal Korea Selatan yang sedang mencari mebel antik. Lalu tanpa pengalaman sama sekali, ia bercerita kepada wisatawan tersebut dengan mengatakan “di tempat saya (Jogja) barang seperti itu banyak dan lebih murah” Saya sendiri tidak tahu, apakah benar lebih murah daripada di Bali. Tetapi jika di Jogja banyak barang antik memang benar.

Dari situlah awal teman saya tersebut menjadi makelar barang antik. Dan karena si wisatawan tersebut merasa puas dan menaruh kepercayaan terhadapanya, maka ia sering order melalui teman saya tersebut. Dan teman saya tersebut tidak hanya mendapat untung dari si orang korea, tetapi juga mengambil keuntungan dari pusat-pusat penyedia barang antik.

Jadi, sudah ada bukti nyata, bahwa untuk berbisnis, modal bukan yang utama, tetapi kemauan dan keuletan. Dari jenis bisnis diatas memang besar untungnya, tetapi jangan diremehkan dengan yang untung kecil-kecil, karena dengan keuntungan kecil jika dikalikan banyak juga akan menghasilkan banyak juga. Seperti menjadi makelar komputer, handphone, ataupun hewan peliharaan. Semoga Bermanfaat!