Menyebarkan Virus Bisnis
BisnisVirus sering diartikan sebagai penyakit, tetapi yang saya maksudkan disini adalah menyebarkan budaya bisnis secepat dan semudah virus. Saya sering sekali mengajak ke teman-teman, atau orang yang baru saya kenal untuk berbisnis, misalnya dengan menceritakan kesuksesan orang lain, supaya mereka terangsang untuk berbisnis. Tidak hanya berbisnis online, yang offline pun sering saya sebarkan. Tetapi apa hasilnya?
Hasilnya tidak sedikit dari mereka yang tidak melakukannya
ya bagaimana lagi, mungkin yang ngajak belum sukses, jadi mereka juga meremehkannya. Bagi saya diremehkan atau tidak itu terserah, toh mereka juga sudah dewasa yang bisa menyaring informasi baik dan buruk. Tugas saya hanya menyampaikan informasi tersebut, jika berguna silahkan dipakai, jika tidak berguna dibuang pun tidak masalah.
Sebagai contoh ketika saya mengajak berbisnis online secara offline. Maksudnya ajakan langsung, bukan melalui blog ataupun email. Saya ceritakan ke mereka “Ini lho mereka-mereka yang sudah sukses, mereka melakukannya seperti ini dan ini”. Begitulah kurang lebih saya menyampaikannya, yang sepertinya tidak sulit dan mereka pun bisa melakukannya. Ada yang menjawab mereka yang modal, saya yang mengerjakan. Tetapi bukan itu yang saya mau, saya menginginkan mereka sendiri yang bergerak. Karena saya juga tidak mengambil keuntungan sedikitpun. Walaupun dulu Google Adsense ada program refferalnya, tetapi saya selalu menyarankan daftar langsung saja, jangan melalui saya. Sekarang refferal tersebut sudah dihapus, masih bersediakah anda menyampaikan informasi tentang adsense tersebut karena sudah tidak mendapatkan keuntungan?
Saya teringat dengan seseorang yang mengikuti mlm, dia mengajak calon downlinenya secara mati-matian, ia kejar terus, dan kadang sudah tidak mengindahkan yang namanya rasa tidak enak tersebut. Jika ia tidak mendapatkan apa-apa, maukah dia melakukan seperti itu? Tetapi ketika ia sedang mengajak calon downlinenya seakan-akan ia tidak mendapat keuntungan, dengan bicara ini-itu.
Saya sendiri walaupun tidak mendapatkan keuntungan apa-apa, kadang saya selalu menyarankan apa yang saya tahu dan yang saya bisa dalam bisnis. Mau dipakai apa tidak saran tersebut semua ditangan mereka, walaupun ini bukan tugas resmi saya, tetapi itu sudah saya lakukan dan saya sebarkan.
Bagaimana dengan anda?





mana c kerugianya ??
koq nda ad .