Teman saya sering melakukan hal ini. Seperti yang sering saya ceritakan, bahwa ia adalah seorang penjual buku tentang ujian umptn dan cpns yang ia buat sendiri. Walaupun umptn dilaksanakan setahun sekali, ia selalu membuat buku tersebut jauh-jauh hari. Karena ia yakin bahwa umptn itu akan ada, sehingga berani melakukan hal tersebut walaupun untuk jangka waktu yang lama, itu artinya ia berani berinvestasi. Anda pun saat ini bisa melakukannya, seperti misalnya membuat cerita “Mengenang Soeharto” yang mungkin saja tidak lama lagi beliau meninggal.

Jika anda tahu sejarah, ditambah lagi tahu tentang politik, bisa saja itu anda tulis, atau mungkin bisa anda filmkan dalam bentuk film dokumenter, yang bisa anda jual ke tv nasional maupun lokal. Dan pada saat Pak Harto meninggal saya yakin film tersebut akan banyak yang menontonnya. Ini berbeda dengan tulisan, karena kebanyakan orang malas menulis, lebih senang mendengarkan dan melihat. Itu tadi hanya sebuah contoh, tetapi bisa anda coba juga :)

Merencanakan bisnis untuk masa depan memang gampang-gampang susah, karena yang kita prediksi tersebut harus menyesuaikan iklim, situasi masyarakatnya, dan banyak lagi. Sebagai contoh ketika anda ingin berjualan arang pada musim penghujan, yang harus anda lakukan adalah mengumpulkan sebanyak-banyaknya arang pada musim kemarau, kenapa? karena pada musim kemarau harga arang sangat murah, dan akan naik tajam pada musim penghujan. Ini disebabkan produksi arang pada musim penghujan sangat sedikit, sehingga memicu harga arang naik secara drastis. Kenapa harus arang yang dijual? arang banyak dibutuhkan oleh mereka yang berjualan sate, jagung bakar, dan makanan-makanan lain yang berbau bakar. Tentu tidak hanya itu saja, untuk di Jogja, banyak penjual nasi goreng dan sejenisnya menggunakan arang sebagai bahan bakarnya. Karena rasanya akan lebih enak ketimbang menggunakan batu bara ataupun minyak tanah.

Selain arang, harga cabai juga termasuk dipengaruhi oleh iklim. Pada musim penghujan harga cabai akan naik, walaupun tidak sedrastis seperti harga arang. Selain iklim, cabai juga dipengaruhi oleh situasi masyarakatnya. Coba lihat ketika menjelang lebaran idul fitri, memang semua harga naik, tetapi harga cabai perkilogramnya kadang hampir sama dengan harga emas satu gram. Cuma sayangnya kalau cabai, kita tidak bisa menimbun atau menyimpan terlalu lama, berbeda dengan arang, yang bisa bertahan hingga bertahun-tahun. Tetapi jika anda mempunyai lahan kosong, anda bisa menjadi petaninya, yang disiapkan panen pada musim tersebut, lumayan kan? anda bisa jadi orang kaya dadakan :) Cara lain selain menjadi petani adalah dengan menjemput bola. Anda datang langsung ke petani cabai, dan menjualnya ke konsumen akhir, sehingga keuntungannya masih besar. Rumah makan padang adalah salah satu rumah makan yang banyak menghabiskan cabai.

Masih banyak contoh lain yang tidak perlu saya tuliskan disini, karena saya rasa itu sudah cukup, tetapi jika masih merasa kurang, sambil belajar dan mengasah otak bisnis, silahkan dipikirkan sendiri :) Ingat, ide itu tidak hanya datang pada saat anda memikirkannya, tetapi bisa datang pada saat anda jalan-jalan, makan, bahkan sedang di Toilet sekalipun. Selamat mencoba, dan Semoga Bermanfaat!