Operator Seluler Terjebak Perang Tarif
BisnisMelihat iklan beberapa operator seluler yang akhir-akhir ini berlomba-lomba memberikan kesan tarif termurah walaupun sebenarnya bagi saya itu tidak murah. Ada yang memberikan tarif 0 atau gratis, ada juga yang memberikan tarif kurang dari satu rupiah, dan masih banyak lagi tarif-tarif baru yang kadang malah bikin bingung, yang kadang banyak orang terjebak didalamnya. Pilihan untuk memberikan murah atau gratis seperti menjadi pilihan yang sama-sama beratnya. Kejadian ini tentu berbeda dengan harga rokok yang dari waktu ke waktu mengalami peningkatan (mahal).
Saya melihat iklan rokok tidak mengedepankan harga dalam menarik pembeli, tetapi berlomba-lomba dalam kreatifitas iklan ataupun kegiatan lainnya yang pada intinya itu adalah iklan. Ini menurut saya lebih menarik daripada perang tarif seperti yang dilakukan oleh beberapa operator seluler yang sepertinya sudah mulai terjebak perang tarif, dan kebingungan dalam menentukan tarif yang pada akhirnya seperti terlihat asal-asalan.
Walaupun antara operator seluler dan rokok merupakan produk berbeda, tetapi tidak ada salahnya dalam beriklan meniru iklan rokok, yang kreatif, yang kadang tidak menjelek-jelekkan produk pesaingnya. Sedangkan jika dilihat dari pangsa pasarnya, rokok lebih sempit, karena harus menaati beberapa peraturan yang sudah ditetapkan oleh pemerintah, sebagai contohnya tidak diperbolehkannya iklan rokok tayang pada acara anak-anak di televisi. Karena biasanya yang lucu, kreatif, cepat menarik perhatian, dan tentu itu akan membawa manfaat besar bagi si pengiklan. Karena kadang iklan yang lucu atau unik akan diiklankan gratis oleh orang lain. Seperti misalnya penggalan iklan berikut ini: “Ekspresinya manaaa???”
saya yakin banyak yang tahu tentang iklan itu. Benarkan? Semoga Bermanfaat! ![]()





Belum ada komentar.