Di banned dari Google Adsense mungkin menjadi hal yang menyedihkan jika Adsense dijadikan tumpuan utama dalam berburu dollar. Namun tidak bagi mereka yang tidak mengandalkan Adsense sebagai pemasukkan tunggal pada bisnis online. Sifat jaga-jaga seperti menyiapkan opsi kedua menjadi hal penting dalam berbisnis. Sehingga misalnya terjadi masalah pada bisnis satunya, masih ada yang satunya lagi.

Jika anda memperhatikan atau mungkin mencoba mencari sesuatu yang ada di blog ini melalui mesin pencari, maka anda akan mendapatkan informasi, bahwa mesin pencari tersebut tidak berfungsi, dan jika anda ingin melanjutkan maka akan di redirect ke mesin pencari Google. Kenapa? Karena account adsense saya telah di banned oleh google. Itu terjadi pada tanggal 4 Maret kemarin. Sempat kaget membaca email pemberitahuan tersebut, walaupun hanya sebentar. Karena saya sendiri belum pernah mendapatkan cek dari google, dan PIN nya pun baru datang bulan kemarin.

Orang sering tidak percaya jika saya belum pernah mendapatkan cek satupun dari google. Maklum karena saya mengikuti Adsense ini sudah hampir 1 tahun. Sedangkan mereka yang dulunya bertanya ke saya malah sudah berkali-kali mendapatkan ceknya. Penyebabnya adalah saya tidak mau memakai cara-cara yang ilegal. Saya akan berusaha mematuhi peraturan yang sudah ditetapkan, dan jika saya melakukannya itu mungkin karena saya tidak tahu tentang aturan tersebut, bukan berarti sengaja. Kedua, saya tidak bisa berbahasa inggris dengan baik, sehingga saya hanya mengandalkan satu blog berbahasa inggris yang pengunjungnya masih bisa dihitung dengan kalkulator. Jadi entah salah klik atau tidak, report yang saya baca sering menunjukkan $0.95 perklik. Bisa dibayangkan berapa kali klik yang saya dapat dalam waktu lama tersebut jika pendapatan saya sebelum di banned sebesar $70. Terlalu tinggi Impresi tetapi CTRnya rendah. Mungkin jika pengunjung blog saya tersebut bisa 1000 perhari, untuk mendapatkan $100 sehari mungkin mudah.

O iya, sekedar informasi saja, penyebab saya di banned ternyata bukan karena invalid click seperti yang saya dan mungkin anda duga. Tetapi kata bos google adalah untuk kedepannya blog saya tersebut katanya berresiko tinggi merugikan para pengiklannya. Saya sendiri mendapat pemberitahuan seperti itu masih kebingungan apa yang Google maksud. Jadi mungkin pengunjung blog ini ada yang tahu maksud Google itu apa, silahkan beritahu dibagian komentar, supaya yang lain bisa belajar dari kasus ini.

Tidak hanya mereka yang berpendapatan rendah yang berresiko terkena banned, ada nama-nama besar yang menjadi korban, seperti John Chow, Jacky, dan Isnaini. Jacky menyarankan jika anda terkena banned jangan bersedih, karena anda masih bisa mendaftar adsense atas nama Bapak, Ibu, Sepupu, Ponakan, Nenek, Kakek, dan masih banyak lagi :)

Pengalaman banned juga bisa anda baca di forum adsense-id, Isnaini . Untuk antisipasi dan tindakkan yang perlu dilakukan jika terkena banned bisa dibaca di blog Master Adsense.

Allah Cinta Dengan Orang yang Sabar

Bersamaan dengan datangnya email pemberitahuan banned adsense, datang juga email pemberitahuan tentang telah diterimanya beberapa blog saya yang saya daftarkan ke beberapa program paid reviews, yang hasilnya tentu beberapa review yang harus segera saya kerjakan, yang bayarannya rata-rata $10. Yang membuat saya senang adalah total pembayaran dari paid review tersebut bisa melebihi pendapatan adsense saya yang sudah hampir 1 tahun tersebut. Benar-benar seperti kata pepatah “Mati satu tumbuh seribu”. Dimana disaat satu sumber penghasilan pergi, datang lagi sumber lain. Seperti yang terjadi hari ini, setelah kemarin blog saya diterima di Blogtoprofit, saya langsung mendapatkan 5 job, walaupun satu jobnya hanya dihargai $5.

Kembali ke masalah banned Adsense, berhubung saya merasa tidak bersalah, dan saya ingat pesan mereka-mereka yang sudah senior dalam hal ini, maka saya mengajukan banding dengan mengirimkan email ke Google. Tetapi saya sendiri merasa ini bukan banding, saya hanya menyatakan bahwa saya tidak bersalah, maklum ada perasaan tidak mau di anggap salah :)

Benar seperti yang dikatakan Mas Isnaini, untuk mengajukan banding ini kita diminta memasukkan data yang menyatakan bahwa kita tidak bersalah, seperti data log blog kita, atau data-data lain yang sifatnya untuk menyakinkan Google. Tetapi saya tidak melakukan hal tersebut, saya hanya mengirimkan email yang saya tulis dalam bahasa indonesia, lalu saya sertakan juga terjemahan dalam bahasa inggris. Dan isinya pun tidak terlalu mengubar bahwa saya benar 100 persen, saya hanya menulis seperti curhat dengan teman sendiri. Maklum saya sering berkirim email dengan Google :) Dan inti email tersebut seperti dibawah ini:

Saya tidak memiliki log tentang blog saya, kalaupun saya memiliki, saya tidak tahu harus mencari dimana. Tetapi saya merasa bahwa saya tidak bersalah. Jika ini memang karena kesalahan klik, maka saya sudah sering mengingatkan google, jika memang terjadi seperti itu silahkan saja uang yang saya dapatkan tersebut ditarik untuk dikembalikan ke pengiklan supaya tidak ada yang dirugikan. Termasuk uang $70 sekarang ini, silahkan diambil saja. Saya hanya ingin menjadi publisher adsense yang baik dengan mematuhi semua peraturan yang sudah ditetapkan. Selama hampir 1 tahun saya belum pernah mendapatkan uang yang dihasilkan dari adsense, dan saya hanya bersabar, dengan tidak melakukan hal-hal ilegal yang dapat merugikan Google. Saya merasa bersedih bukan karena saya tidak mendapatkan uang tersebut, tetapi tindakkan saya mematuhi TOS Google selama ini hanya di hargai dengan tuduhan “Bersalah”.

Terimakasih
Endy

Dalam tulisan saya tersebut seperti orang yang tidak butuh duit ya? hehhee. Saya menulis dengan Bahasa Indonesia dan menyertakan bahasa inggrisnya karena tidak tahu jika form laporan bisa memakai Bahasa Indonesia.

Lalu apa jawaban Google? kurang lebih terjemahannya seperti ini:

“Terimakasih atas kesabaran Mas Endy, mulai sekarang account adsense Mas Endy sudah aktif kembali.”

Tuh kan benar! Allah cinta dengan orang yang sabar. Dan ternyata Google juga cinta dengan orang sabar. :)