Pengalaman di Tolak
Inspirasi, Peluang Bisnis, TipsBeberapa minggu yang lalu saya mencoba menulis artikel tentang blog, lalu saya kirimkan ke sebuah surat kabar lokal, saya menunggu beberapa minggu kemudian, namun artikel saya tidak muncul-muncul di koran tersebut. Karena memang tidak ada pemberitahuan dari redaksi, sehingga saya hanya bisa berpikir diterima atau ditolak. Dan menurut penulis senior maksimal satu minggu untuk diterima atau ditolak. Akhirnya rasa penasaran itu terjawab sudah, dengan munculnya sebuah artikel dengan tema yang sama.
Walaupun pertamanya kaget, karena saya pikir itu tulisan saya, tetapi setelah melihat penulisnya, ternyata bukan saya, tetapi orang lain. Karena dengan tema yang sama, saya pikir hanya diedit judulnya oleh redaksi koran tersebut. Tetapi tidak menjadi masalah, karena saya menyadari, ternyata penulisnya disana lebih berwawasan luas, dan lebih pinter, karena maklum saja, beliau sudah beberapa kali mengeluarkan buku.
Dari pengalaman tersebut, menambah semangat saya untuk menulis dan mengirimkannya ke beberapa surat kabar, baik daerah maupun nasional. Jangan takut ditolak, karena penolakan bukan berarti kiamat. Mencoba dan terus mencoba mungkin bisa menjadi kunci suksesnya.





di KR ya mas….aku juga baca mas…tapi kata-katanya sama nggak ama yang mas buat?
Kalo dibilang sama persis ya nggak, cuma kan dengan tema yang sama.
kata orang tua, kalau kita tidak tahu pahitnya ditolak, kita tidak akan bisa merasakan manisnya diterima
Wah pak nukman bersedia mampir keblog ini, menjadi kehormatan bagi saya ini pak, terimakasih.