“Google menindak pelaku link exchange berbayar”

Beberapa saat yang lalu, sekitar jam 8 malam saya mendapat kabar dari pontianak, jika disana terjadi banjir. Air sudah masuk ke rumah-rumah warga. Ini terjadi karena beberapa hari diguyur hujan lebat. Kenapa bencana banjir yang “katanya” bisa dicegah tetapi masih saja terjadi? tentu banyak faktor yang menyebabkannya. Penebangan hutan yang tidak terkontrol, serta isu yang banyak dibicarakan banyak orang yaitu Pemanasan Global, sehingga terjadi seperti salah musim. Yang seharusnya sudah masuk musim kemarau tetapi masih hujan, sedangkan seharusnya hujan malah terjadi kemarau. Namun akibat pemanasan global juga bisa meningkatkan tingginya permukaan laut, sehingga diprediksi oleh beberapa ilmuwan dapat menenggelamkan pulau-pulau (hmmm serem).

Lalu apa hubungannya Pemanasan Global dengan bisnis? saya sendiri juga tidak tahu apa hubungannya, hehhee. Yang jelas sama-sama perlu persiapan atau antisipasi. Jika bencana tidak di antisipasi tentu kita akan kalang kabut dibuatnya. Dalam bisnis pun juga begitu, kita harus mengantisipasi jika suatu saat bisnis mengalami kemunduran yang diakibatkan dari dalam maupun dari luar.

Ini seperti yang terjadi pada bisnis Text-Link-Ads (TLA) yang telah menyiapkan antisipasi dengan mengubah sistemnya dari TLA menjadi sistem Post-Level Ads dan InLink. Ini dikarenakan adanya peraturan baru dari google, sehingga bisnis TLA nya diperkirakan akan sekarat, begitu menurut mas cosa yang menurut saya beliau merupakan pakar seo dan bisnis online. Google memberikan penalti bagi situs-situs yg melakukan (paid) link exchange, baik pembeli maupun penjual. Karena menurut Matt Cutts, Google akan segera menindak para pelaku link exchange berbayar karena dianggap merusak kemurnian hasil algoritma PageRank.

Saya nitip pesen buat semuanya, mari kita jaga bumi dari kerusakan, dengan tidak membuang sampah sembarangan (menjaga kebersihan), menjaga lingkungan, dan tidak memperparah pemanasan global ini.

Pesan anda apa? :)