Hampir semua orang mempunyai cita-cita, tetapi ada juga yang tidak memiliki cita-cita, ia hanya berjalan ditempat, tidak tahu harus melangkah kemana. Namun ada juga yang tidak menyadari akan cita-citanya, sehingga ia tidak fokus dalam menggapai cita-citanya tersebut. Pernah saya bertanya pada seorang teman, saya bertanya jika diwujudkan dengan materi atau benda, apa yang ingin ia dapat, Ia menjawab “memiliki handphone”. Dan teman yang lain menjawab memiliki motor sendiri. Teman yang lainnya menjawab “pengen kaya”. Jika dalam menentukan cita-cita saja kita pelit, bagaimana dengan kenyataannya?

Cita-cita atau tujuan kita harus jelas, dan sekali lagi jangan pelit. Karena sebuah cita-cita bisa menjadi kenyataan. Sebuah pikiran yang sudah kita program akan berjalan bahkan dialam bawah sadar kita. Seperti misalnya sebelum tidur malam kita setting pikiran kita, ingin bangun pagi, maka bisa saja kita terbangun jam 4 atau jam 5 pagi, atau bisa juga jam 8. Karena setting pikiran kita tidak jelas, ketiga jam tersebut masih menunjukkan waktu pagi. Berbeda jika kita menyeting pikiran tepat jam 6 pagi, pasti misalnya meleset cuma 5 sampai 10 menit, entah kurang atau lebih.

Jelas dalam menentukan cita-cita, baik waktu atau bentuk dan jenisnya, akan mempermudah pikiran kita dalam bekerja. Sehingga semakin mudah juga dalam mencapai tujuan tersebut. Memang ada yang bilang jika cita-cita kita terlalu tinggi, nanti misalnya tidak tercapai cita-citanya kita bisa menjadi gila. Menjadi gila itu karena orangnya memang sudah gila dari awalnya, yaitu gila dengan cita-cita. Ia tidak sadar, siapa sesungguhnya kita ini. Kita hanya manusia, kita bisa bercita-cita, kita bisa merencanakan semuanya, tetapi yang menentukan adalah tuhan kita. Kita harus sadar dengan yang demikian sebelum memilih dan menentukan cita-cita. Supaya jiwa kita lebih kuat saat menghadapi kenyataan dari cita-cita kita, entah baik atau buruk.

Yang lebih lucu bagi saya adalah ketika ada orang tertawa atau bahkan mengejek ketika mendengar cita-cita orang lain. Mungkin ia belum pernah mendengar ada pepatah “jika punya cita-cita harus lebih tinggi daripada langit”, sehingga mendengar sebuah cita-cita ia malah geli dan tertawa. Jika anda pernah menemukan orang yang demikian, jangan pesimis, anda harus tetap optimis. Karena yang memiliki cita-cita adalah anda, jangan biarkan orang lain mengganggu cita-cita anda secara psikis. Maksudnya dibiarkan saja, tidak perlu digubris. Saya sendiri sering menemukan orang yang demikian, bahkan ketika usaha saya tidak berjalan dengan lancar, mereka akan berkhotbah panjang lebar. Seperti “coba kalau dulu mengikuti anjuran saya” atau “coba kalau kemarin mengikuti nasehat saya” dan lain sebagainya. Kata-kata itu hanya menjatuhkan, tidak perlu didengar. Tetapi bukan berarti mereka musuh, anggap saja itu sebagai cambuk motivasi untuk lebih berhati-hati dan menambah semangat untuk berjuang. Semoga bermanfaat!