Sampah iklan dan iklan sampah
Bisnis, Brand Marketing, Marketing, TipsDalam bisnis, iklan merupakan hal penting yang tidak bisa dilupakan. Namun jika iklannya hanya sembarangan atau membuat orang lain terganggu rasanya bukan iklan lagi, bisa dikatakan bunuh diri bisnis. Saya sendiri sering sekali melihat pengiklan membagikan brosurnya secara sembarangan, misalnya menyebarnya dilingkungan perumahan dan dijalan-jalan. Lalu gaya seperti ini sebenarnya dikatakan iklan atau hanya membuang sampah? karena saya sendiri yakin, tidak sampai 10 persen yang mau mengambil brosur-brosur yang bertebaran di jalan.
Contoh lainnya adalah cara membagikan brosur diperempatan jalan, dan orang-orang yang melihat iklannya tidak tertarik lalu membuangnya dijalan, siapakah yang bertanggung jawab dengan sampah-sampah tadi? karena saya sendiri tidak tau dengan hukum, bisakah kejadian seperti itu dituntut secara hukum? karena sangat sering sekali melihat kejadian seperti itu.
Disamping membuat tambah banyak sampah, masih efektifkan cara-cara seperti itu? memang cara-cara seperti itu bisa dibilang murah, dan bisa mencapai target pasar yang cakupannya kecil. Tetapi jika target pasarnya luas, kenapa masih menggunakan cara-cara seperti itu? sudah banyak cara-cara beriklan yang lebih efektif dan juga tidak kalah murah.
Iklan sampah yang mengajak untuk tidak membuang sampah secara sembarangan itu bagus, tetapi kalo iklah anda menjadi sampah rasanya sia-sia (mubadzir). Sebelum beriklan, lebih baik pikirkan lagi cara beriklan apa yang paling efektif dan tidak mengganggu orang lain, juga tidak mengotori lingkungan. Sekarang jamannya beriklan yang cerdas, murah, dan tepat sasaran.
Dalam dunia internet sebenarnya juga ada yang namanya sampah iklan, yang biasa disebut SPAM. Spam adalah penyalahgunaan dalam penampilan berita elektronik untuk pengiriman berita iklan dan keperluan lainnya yang mengakibatkan ketidaknyamanan bagi para pengguna web. Bentuk berita spam yang umum dikenal meliputi: spam surat elektronik, spam instant messaging, spam Usenet newsgroup, spam mesin pencari informasi web (web search engine spam), spam blog, spam berita pada telepon genggam, dan spam forum Internet.
Spam ditampilkan oleh pembuat iklan dengan biaya operasi yang sangat rendah, karena spam ini tidak memerlukan mailing list untuk mencapai para kelompok pelanggan yang diinginkan. Sebagai akibat yang dirugikan, selain pengguna Internet itu sendiri, adalah ISP (penyelenggara layanan Internet atau Internet service provider), dan masyarakat umum. Karena mengganggu dan kadang-kadang membohongi, berita spam termasuk dalam kegiatan melanggar hukum atau perbuatan kriminal yang bisa ditindak melalui undang-undang Internet.
Bagiamana komentar anda tentang iklan yang kadang menjadi sampah ini?





sbrnya kl kita lihat ada satu perusahaan sebutlah yg lagi nyebarin2 brosur di angkot…nah kita jgn langsung jugde bahwa perusahaan itu gak baik cara penyampaian iklannya..
itu terjadi karena ada beberapa faktor kl mrt saya…
biasanya itu terjadi pada kualitas human eror-nya yaitu orang yang menyebarkan brosur itu…
mkgn saja si empunya perusahaan mau brosurnya itu di berikan ke tiap2 org yang sedang ber lalu lalang, seperti layaknya SPG makanan di suatu mall yang hendak menawarkan brosur harga paket makanannya ke pengunjung mall sedang berjalan..
Kalau seandainya ingin benar2 memberi peringatan, bisa dimulai dari menanyai orang yg menyebarkan brosur, nanti bisa diketahui dari siapa2 saja yang menyuruh, entah agen iklan, maupun perusahaan itu sendiri. Karena “katanya” kalau di singapore sana, membuang permen karet saja secara sembarangan bisa kena sanksi, sangsinya harus membersihkan jalan tempat ia membuang sampah, sambil membawa tulisan yang intinya saya membuang sampah sembarangan. Kalau kita yang melakukan itu, malukan. Mungkin bedanya dengan disini sangsinya selalu dengan materi, sehingga rasa jera itu tidak ada.