Pagi-pagi nyabu, setiap hari nyabu! begitulah petikan lirik lagu yang dinyanyikan oleh Alam. Pelantun tembang yang terkenal lewat “mbah dukun” ini memasang tarif 10 milyard pada musim pemilu lalu. Untuk pemilu yang akan datang jadi berapa ya, naik atau malah turun. Kalau melihat pamornya seh kayanya turun. Tetapi disini kita bukan akan membicarakan Alam atau pemilu, tetapi tentang berbisnis bubur. Jadi judulnya meminjam Alam tentang kegemaran sarapan bubur. Walaupun pembuatan bubur tidak rumit, tetapi karena kemudahannya tersebut sehingga orang senang membeli daripada membuat sendiri. Disamping harganya yang murah, orang tidak mau repot atau sibuk dipagi hari.

Dari kegemaran masyarakat dalam sarapan bubur, banyak dimanfaatkan oleh orang berjiwa bisnis untuk meraup rupiah dipagi hari. Bagi anda yang mungkin jarang bangun pagi, coba sesekali bangun pagi hari dan luangkan waktu untuk berkeliling kota, pasti akan melihat penjual bubur yang banyak dikerumuni calon pembeli. Disamping mereka yang mangkal dipinggir jalan, banyak juga penjual bubur keliling. Yang keduanya sama-sama laris manis. Saya memang tidak suka dengan bubur, ini dikarenakan lembeknya, dan sarapannya saya ganti dengan segelas teh dan beberapa tempe goreng plus cabe, hmmm nikmat sekali.

Melihat penghobi bubur yang begitu banyak, tidak ada salahnya untuk mencoba berjualan bubur. Modalnya hanya tenda, gerobak, meja, kursi, mangkok, dan beberapa peralatan standar lainnya. Yang jika ditotal tidak sampai 2,5 juta. Karena harga gerobak saat ini berkisar 750 – 850 ribu rupiah. Khusus gerobak yang menggunakan kayu bisa sampai 1,5 jutaan. Tetapi jika modal mepet, tidak perlu menggunakan gerobak, cukup dengan meja untuk menaruh semua perlengkapan bubur. Ini akan lebih bagus lagi jika pembeli makannya dengan lesehan. Kekurangan dari cara ini mereka yang hendak berangkat kekantor agak sedikit ribet, karena harus melepas sepatu. Tetapi jika sudah ketagihan, mereka tetap akan meluangkan waktu untuk menyantap bubur buatan anda, bahkan mungkin mereka akan bolos kantor.

Karena bermacam-macam jenis bubur, ada bubur jakarta, bubur manado, dan yang lain, sebelum membuka usaha ini, perhatikan kegemaran daerah sekitar akan rasa buburnya. Masyarakat lebih senang dengan bubur daerah mana, olah dengan variasi dan kreasi anda, sehingga ditemukan keunikan atau khas dari diri anda sendiri.

Sebelum bereksprerimen lebih jauh, berikut Resep Bubur Ayam Special yang bisa anda coba dirumah.

  1. Bahan:

    • 250 gr beras pulen, cuci bersih, tiriskan
    • 1 bh dada ayam utuh
    • 1 sdm minyak goreng
    • 8 blok Maggi blok kaldu ayam
    • 3 siung bawang putih, cincang halus
    • 1/2 sdt merica bubuk
    • 2 liter air
  2. Pelengkap : bawang goreng, daun seledri, cakwe di iris halus, kecap manis (sesuai selera)
  3. Cara:
    • Tumis bawang putih dengan minyak hingga harum, masukkan dada ayam, aduk hingga berubah warna.
    • Masukkan beras dan air, tambahkan maggi blok kaldu dan merica bubuk.
    • Masak hingga menjadi bubur.
    • Setelah masak, angkat dada ayam, buang tulangnya, lalu suwir-suwir dagingnya.
  4. Penyajian : Taruh bubur dalam mangkuk saji, taburkan daging cakwe yang sudah di iris, bawang goreng, daun seledri, dan kecap.

Selamat mencoba dan Selamat menikmati! :)