Lebaran biasa dimanfaatkan oleh pelaku bisnis mengirimkan parcel untuk teman atau pelanggan sebagai bentuk perhatiannya. Cara seperti ini sudah berlangsung sejak lama, bahkan tidak hanya pebisnis saja, kalangan pejabatpun melakukan hal demikian. Sehingga pernah terjadi pelarangan pejabat dilarang menerima parcel, karena dikhawatirkan sebagai suap, tidak tahu dengan saat ini.

Dalam pemerintahan bisa saja dilarang, tetapi dalam dunia bisnis ini sangat disarankan. Supaya lebih erat hubungan kerjasamanya. Saya kira yang melakukan hal demikian tidak hanya pebisnis besar, bahkan pebisnis kecil yang berjualan di pasarpun melakukannya. Seperti teman saya yang menjadi tukang belanja disebuah catering, karena yang kenal dengan penjual dipasar ia sendiri, maka dia yang kebanjiran parcel. Tidak hanya itu, dalam bentuk uang cash pun ia dapatkan.

Ramadhan kali ini juga dimanfaatkan oleh Telkomsel Jogja untuk mendekatkan dirinya ke pelanggan Telkomsel. Dengan mengundang beberapa pelanggan untuk mengikuti buka bersama dengan pembicara Hadad Alwi. Saya sendiri ikut kebagian undangan tersebut. Tidak tahu apakah semua pelanggan mendapat undangan melalui sms ini, atau hanya orang-orang tertentu. Mengingat beberapa waktu lalu, ketika dimintai pendapat tentang layanan Telkomsel yang diundang hanya 15 orang dalam bentuk makan malam, yang tergabung dalam simpatizone dan minimal pemakaian 5 tahun, serta pemakaian pulsa minimal 500 ribu untuk bulan itu. Dan ternyata yang datang pada hari itu pemakaiannya diatas 1 juta semua. Yang kebanyakan adalah pengusaha, seperti meubel, bengkel, dan handicraft.

Jika Telkomsel melakukan hal demikian untuk mendekatkan dirinya dengan pelanggan, lalu bagi pelaku bisnis online apa yang harus dilakukan? hehehe kalau saya sudah berpendapatan $1000/bulan, mungkin pengunjung disini saya ajak buka bersama juga :) kalau anda?