Untuk kesekian kalinya saya menulis tentang persaingan. Ini karena menurut saya sangat penting untuk dipahami, sehingga tidak menjadikan sebuah persaingan sebagai kambing hitam dalam terpuruknya sebuah bisnis. Kenapa? karena persaingan itu bisa dikelola. Tadi malam saya berbincang-bincang dengan salah seorang pemain valas. Awalnya ia hanya menanyakan bagaimana prospek bisnis telekomunikasi untuk tahun-tahun mendatang khususnya yang berhubungan dengan internet.

Saya yang ditanya seperti itu merasa yakin dan optimis dengan memberi contoh bisnis warnet masih berpeluang besar paling tidak hingga 3 sampai 4 tahun mendatang walaupun persaingan itu semakin sengit. Tentu ini akan mengalami penurunan yang disebabkan oleh semakin murah dan mudah orang mendapatkan koneksi internet baik di pusat perbelanjaan, kafe, kampus, kantor, maupun di rumah.

Si pemain valas tadi berkomentar tentang persaingan, Semakin sengit persaingan bagi saya (si pemain valas) semakin bagus. Karena itu akan meningkatkan kualitas, dan paling tidak malah bisa mengurangi/mempermudah dalam promosi. Sebagai contohnya disebuah sentra industri rumah tangga, baik berupa kerajinan, makanan, ataupun yang lain. Dengan semakin terkenalnya industri tersebut, yang karena mungkin diberitakan oleh media, ataupun dari mulut ke mulut, tentu akan banyak yang berdatangan ke industri tersebut tanpa harus berpromosi besar-besaran. Walaupun memang kadang harus sedikit beriklan, tetapi itu biasanya dilakukan masih dalam satu daerah, atau hanya seperti penunjuk arah saja. Untuk di Jogja bisa dilihat di Kotagede yang biasa disebut sebagai Kota Perak karena banyaknya pengrajin perak. Lalu di Kasongan (Bantul) dengan industri gerabahnya. Manding (Bantul) menghasilkan berbagai macam kerajinan dengan bahan dasar kulit, seperti tas, jaket, sepatu, dll. Tidak ketinggalan juga Bakpia Pathuk.

Itu tadi komentar dari seorang pemain valas, lalu bagaimana komentar anda tentang persaingan ini? apa yang anda lakukan atau siapkan untuk menghadapi persaingan? bagaimana cara anda memperlakukan persaingan? saya tunggu komentar anda.