Tentu banyak yang setuju dengan pendapat ini, bahwa uang bisa datang dari mana saja. Namun yang sering terjadi adalah ketidak-merdekaan pikiran kita. Yaitu banyak yang beranggapan bahwa bisa banyak uang dengan menjadi PNS, atau bekerja menjadi karyawan, dan lain sebagainya.

Maka tidak jarang kita jumpai ribuan orang saling berdesakkan untuk mendapatkan pekerjaan yang disediakan oleh salah satu perusahaan, seperti misalnya pada penerimaan karyawan TransTv beberapa waktu lalu yang diselenggarakan di Jogja. Menurut teman saya yang sempat mengikuti ajang tersebut, hanya ada 10 jabatan yang disediakan, dan jumlah pesertanya sebanyak 6000 orang.

Saya tidak benci dan tidak melarang orang bekerja sebagai karyawan, karena itu juga bagus, bisa membantu keluarga untuk memenuhi segala kebutuhannya. Tetapi yang kadang saya sayangkan adalah ketika cara berpikirnya uang datang dari bekerja dan lupa bahwa uang juga bisa datang dari wirausaha.

Ini yang saya sebut sebagai pikiran yang tidak merdeka, karena hanya terpatok pada satu cara, sedangkan masih banyak cara-cara lain. Dengan kemerdekaan tersebut saya yakin uang akan datang lebih mudah, karena orang yang berpikiran merdeka akan lebih kreatif, inovatif, dan cepat tanggap dengan kondisi sekitarnya.

Sebagai contoh, kebanyakkan dari kita pasti mencari uang untuk makan, dan jika masih ada sisa tentu untuk kebutuhan yang lain. Tetapi coba bayangkan ketika makan adalah cara untuk mencari uang, seperti yang dilakukan oleh Pak Bondan dalam Wisata Kulinernya. Yang saya lihat beliau cuma makan terus, habis itu mengomentari makanannya, tetapi dari situ ia mendapatkan uang.

Nah disinilah perlunya kita selalu mengasah otak bisnis, supaya lebih kreatif dan inovatif. Seorang yang ingin masuk ke jalur bisnis kreatif dan inovatif itu penting, supaya bisa menangkap peluang dengan cepat dan tepat. Semoga Bermanfaat!