Waktu Adalah Uang
Bisnis, InspirasiPagi tadi ketika saya menikmati hangatnya teh manis, saya melihat seorang tukang tambal ban sekaligus penjual bensin eceran sedang melayani konsumennya. Pertama datang seorang bapak-bapak membeli bensin, dan berikutnya ada seorang wanita datang menambah angin pada bannya yang sedikit kempes. Lalu wanita tersebut pergi dengan memberi uang 1000 rupiah.
Jika dilihat dari besaran uangnya memang kecil, pertama untung berjualan bensin sebesar 500 rupiah, dan uang jasa tambah angin 500 rupiah untuk satu ban motor. Tetapi saya melihat mengerjakan dua pekerjaan tadi tidak sampai menghabiskan waktu 10 menit, kurang dari 10 menit. Bagaimana jika dalam satu hari bisa lebih dari 50 orang dengan membeli 1 liter bensin perorangnya? tentu akan menghasilkan uang yang lumayan, itu belum termasuk jasa menambal ban dan lain-lain.
Dari situ kita bisa melihat, bahwa dari untung kecil asal bisa berulang-ulang akan menghasilkan untung yang besar juga. Saya memberi contoh tersebut bukan berarti anda harus menjadi tukang tambal ban, karena saya yakin pengunjung blog ini tidak lebih dari 1 persen yang mau menjadi tukang tambal ban. Tetapi anda bisa mencoba hal lainnya yang menurut bisa melakukannya. Seperti berjualan pulsa atau berjualan makanan, dan masih banyak lagi yang bisa dicoba.
Intinya bahwa setiap kita bergerak bisa mendatangkan uang, begitukan jika jadi seorang pebisnis? jadi apapun yang dikerjakannya sebisa mungkin ada hasilnya. Saya menjadi teringat ketika teman saya kemana-mana membawa barang dagangan, itu bukan produk miliknya, tetapi dari hasil membeli juga.
Teman saya tersebut membawa dagangan tidak hanya satu macam, tetapi hampir tiap hari berbeda-beda. Uniknya ia tidak menawarkan ke teman-teman atau siapapun dia. Yang ia lakukan hanya mengeluarkan produk tersebut dari dalam tasnya, lalu memancing orang lain untuk bertanya. Dan setelah ada satu saja yang bertanya, ia akan mulai bercerita panjang lebar. Sampai-sampai saya hafal dengan dia, ia seakan-akan mencari sesuatu dalam tasnya, dan barang tersebut seperti terkubur paling bawah dalam tasnya, sehingga memaksa produk yang ia bawa harus dikeluarkan untuk mendapatkan barang yang ia cari. Tetapi itu hanya sebuah trik, supaya barang dagangannya bisa keluar dari dalam tasnya.
Saya salut dengan cara teman saya tersebut. Ia mampu memasarkan produknya secara perorangan tetapi tidak mengganggu orang yang menjadi segmen pasarnya. Dan saya senang dengan cara seperti ini, karena tidak mengganggu calon konsumennya, tidak seperti cara-cara yang dilakukan oleh pengikut mlm, yang kadang sedikit memaksa konsumen untuk mendengarkan demo produknya. Tetapi anda tidak seperti itukan?
Semoga Bermanfaat!
Tweet Follow
Posting Lainnya:
1 Komentar »
- WAKTU ADALAH UANG
- waktu uang dan bisnis
- waktu adala uang
- puisi waktu adalah uang
- waktu itu adalah uang
- waktu dan uang
- contoh pidato waktu adalah uang
- waktu itu adalahuang
- waktu saya adalah uang
- waktu bukan uang
- waktu adlh uang
- waktuadalahuang com
- waktu adalh uang
- wawan cara seorang tambalban
- waktu adalah
- aktu adlah uang
- apa arti watu adalah uang
- apakah waktu adalah uang
- berjualan bensin



Pertamaxxx